Meski di Tengah Pandemi, Bank BJB Mampu Raup Laba Bersih Rp2,02 Triliun Tahun 2021, Gubernur Jabar Sampaikan Apresiasi

Rabu, 30 Maret 2022 19:42 WIB

Share
Meski di Tengah Pandemi, Bank BJB Mampu Raup Laba Bersih Rp2,02 Triliun Tahun 2021, Gubernur Jabar Sampaikan Apresiasi<br>
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (bjb) di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu 30 Maret 2022. (Humas Pemprov Jabar)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (Bank BJB) mencapai kinerja bisnis positif dengan  meraup laba bersih Rp2,02 triliun pada Tahun Buku 2021.

"Saya mengapresiasi kinerja bisnis positif bjb yang mampu meraup laba bersih hampir 20 persen, dan kredit tumbuh 7,11 persen," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam keterangan yang dirilis Humas Pemprov Jabar.

Gubernur menyampaikan hal itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2021 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (bjb) di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu 30 Maret 2022.

"Capaian ini membanggakan. Di masa pandemi banyak bank profitnya turun, tapi profit bjb naik. Ini menjadikan bjb sebagai bank daerah terbaik se-Indonesia," ujarnya.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyebutkan bahwa bjb mampu membukukan laba bersih tahun 2021 sekitar Rp2,02 triliun, naik 19,4 persen dari tahun sebelumnya.  

Capaian kinerja bisnis positif tersebut juga membuat total aset yang dimiliki bjb naik 12,36 persen atau sebesar Rp158,36 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur mengingatkan disrupsi pandemi Covid-19 yang mesti direspons oleh bjb.

Salah satunya mengenai disrupsi pemanasan global akan banyak investor yang merujuk pada sektor ekonomi hijau berbasis pada pembangkit listrik tenaga surya, tenaga angin, dan panas bumi.

"Bisnis bjb perlu merespons disrupsi yang terjadi selama pandemi. Pertama adalah disrupsi global warming. Bakal ada proyek green economy dengan banyak investor membangun pembangkit listrik berbasis tenaga surya dan tenaga angin di Indonesia, khususnya Jawa Barat," tuturnya.

"Pabrik-pabrik listrik akan hadir, salah satunya mobil listrik. Disrupsi akan berlangsung sampai 2050," ujarnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar