Berikut Kilas Sejarah Munculnya Istilah THR di Indonesia, Tokoh Ini Disebut Sebagai Pencetus Pertama

Senin, 11 April 2022 20:19 WIB

Share
Berikut Kilas Sejarah Munculnya Istilah THR di Indonesia, Tokoh Ini Disebut Sebagai Pencetus Pertama<br>
Ilustrasi uang rupiah. (foto: pixabay)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Tunjangan Hari Raya (THR) tentu sudah tidak asing kita dengar terutama mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Dalam surat edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 bagi pekerja, buruh di perusahaan, pemberian THR diimbau paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Lalu siapakah orang pertama yang memperkenalkan konsep THR kepada seluruh rakyat Indonesia?

Seorang Perdana Menteri Republik Indonesia ke-6 kala itu mengusulkan pemberian sukarela kepada pegawai pamong praja (PNS hari ini) sebagai program kesejahteraan pegawai negeri.

Jauh sebelum diwajibkan seperti hari ini. THR dulunya bersifat pinjaman dimana nantinya harus dikembalikan lewat pemotongan gaji.

Soekiman Wirjosandjojo selaku Perdana Menteri ke-6 Indonesia kala itu menjadi orang pertama yang mencetuskan konsep THR. Tujuannya adalah agar para pamong praja mendukung kebijakan dan program yang dikeluarkan pemerintah.

Melalui Peraturan Pemeruntah Nomor 27 tahun 1954 tentang Pemberian Persekot Hari Raya Kepada Pegawai Negeri, kala itu aturan tersebut belum mengatur mengenai kewajiban perusahaan swasta untuk memberikan THR kepada pegawainya dan hanya bersifat untuk PNS.

Aturan tegas mengenai kewajiban perusahaan swasta memberikan THR baru diterbitkan pemerintah pada tahun 1994 melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04 1994 tentang Tunjangan Hari Raya keagamaan bagi pekerja swasta di perusahaan.

Lewat aturan ini pemerintah mewajibkan kepada seluruh perusahaan di dalam negeri untuk memberikan THR kepada pekerja yang telah bekerja minimal tiga bulan kerja. Dari kebijakan ini lah menjadi cikal bakal istilah THR yang kita kenal sekarang. (Farhan)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar