Jabar Kembali Diguncang Arisan Bodong, Inilah Total Kerugian yang Diderita Korban

Jumat, 15 April 2022 21:08 WIB

Share
Jabar Kembali Diguncang Arisan Bodong, Inilah Total Kerugian yang Diderita Korban
Salah seorang korban arisan bodong tengah membuat laporan polisi ke Polda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (15/4/2022). (foto:aris)

BANDUNG, POSKOTAJABAR.CO.ID

Penipuan dengan modus arisan kembali bikin geger warga Bandung. Jumlah kerugiannya mencapai Rp 7 Miliar. Pelaku, seorang wanita yang disebut dengan inisial SN.

Genya Angelita, salah seorang korban mengaku tergiur mengikuti arisan yang ditawarkan SN karena mendapat iming-iming keuntungan 10-20 persen dari setoran awal arisan.

Yang membuat Genya semakin penasaran lagi, karena dia juga diiming-imingi kabar, sudah banyak anggota yang mendulang untung besar setelah mengikuti arisan tersebut.

Kepincut, Genya lantas setor Rp 35 Juta kepada SN, dan terbukti dia menerima keuntungan sesuai yang dijanjikan.Pencairan keuntungan mulai tersendat Maret 2022..

"Awalnya sempat lancar, tapi makin ke sini, seperti di bulan Maret sudah bermasalah dan sekarang orangnya menghilang," ungkapnya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat 15 April 2022.

Berbeda dengan Genya yang sempat dapat keuntungan, Anti Fatma justru belum pernah merasakan keuntungan sejak ikut arisan dengan SN.

Anti Fatma mengungkapkan bahwa SN melakukan penipuan dengan modus jual beli nomor antrean pemenang arisan. Mulanya, SN menawarkan nomor antrean pemenang arisan dengan harga lebih rendah.

Namun, setelah dia membeli nomor antrean, SN tak kunjung mengirimkan uang yang dijanjikan sesuai dengan tanggal pencairan. Belakangan, kata Anti, nomor pemenang arisan itu fiktif alias bodong.

"Jadi dia (pelaku) menawarkan membeli nomor antrean pemenang. Misalnya, nomor antrean bulan Juli Rp100 juta, nah ditawarkan untuk dibeli Rp 90 juta. Kita tidak tau membeli yang siapa. Yang menawari si pelaku. Kita beli arisan itu, namun pelaku tidak komit dan tidak melakukan pembayaran yang telah dijanjikan. Ternyata yang menjual itu diduga tidak ada. Pelaku mengada-ada saja," bebernya.

Menurut Anti, sudah ada 67 korban dari berbagai kota dan kabupaten yang dirugikan oleh SN. Tidak hanya di Jabar, kata Anti, korban juga ada yang berasal dari Jakarta, bahkan Makassar.

Delapan orang di antaranya sudah melaporkan kasus itu ke Polda Sulsel, sedangkan korban yang berasal dari Bandung dan Jakarta memutuskan melapor ke Polda Jabar.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar