Rajin Baca Al Quran, Atas Kuasa Allah Makam di Turki Pindah ke Madinah

Jumat, 15 April 2022 10:57 WIB

Share
Rajin Baca Al Quran, Atas Kuasa Allah Makam di Turki Pindah ke Madinah
Pemakaman Baqi di Madinah (Foto: bincangsyariahcom)

JABAR.POSKOTA.CO.ID
Akan didatangkan Al Quran pada Hari Kiamat kelak, dan orang yang rajin membacanya, dan senantiasa rajin beramal dengannya, yang paling depan adalah surat Al Baqarah dan surat Ali Imran, keduanya akan membela orang-orang yang rajin membacanya. (HR Muslim 805).

Asnawin Aminuddin, Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah Sulsel menuliskan hal tersebut di atas dalam artikelnya di laman pedoman karya yang tayang bulan April 2021.

Di Artikel berjudul Mengapa di Indonesia Nuzulul Quran Diperingati pada 17 Ramadhan? Asnawi juga mengungkap kisah seorang yang rajin membaca Al Quran.


Berikut kami sajikan sebuah kisah nyata yang mudah-mudahan dapat memberi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk selalu membaca Al Quran.

Ada seorang pria tua di Turki yang sejak muda sudah rajin membaca Al Quran. Ketika dia memasuki usia tua, pria itu mengalami kesulitan membaca lantaran matanya sudah tidak seperti dulu lagi.

Lalu ia pun memiliki ide untuk menulis Al Quran dengan tangannya sendiri dan ingin menulis dengan huruf agak besar sesuai yang dia inginkan. Tujuannya agar ia bisa membaca Al Quran dengan jelas tanpa kesulitan sedikitpun. Akhirnya selesailah Al Quran hasil tulisan tangannya sendiri. Setiap hari ia membaca dan membawa Al Quran tersebut.

Ketika menjelang wafatnya, orang tua itu berpesan kepada anaknya, apabila ia wafat hendaklah Al-Qur'an itu diikutsertakan ke dalam jasadnya di dalam kubur. Setelah wafat, anaknya pun menunaikan wasiat ayahnya untuk memasukkan Al-Qur'an itu ke dalam kubur ayahnya.

Setelah berlalu satu tahun, anaknya menunaikan ibadah haji. Ketika anaknya berada di Kota Madinah, anaknya berjalan-jalan ke tempat perbelanjaan. Ia memasuki sebuah toko kitab dan kaligrafi di Madinah. Alangkah terkejut ia ketika melihat Al Quran yang ditulis ayahnya ada di toko itu.

Ia pun bertanya kepada penjaga toko itu sambil menunjukkan Al Quran itu kepada penjaga toko: "Dari manakah Al Quran ini didapat?"

Penjaga toko itu menjawab: "Saya mendapatkan Al Quran itu dari seorang penggali kubur."

Anaknya berkata lagi: "Bisakah Anda mempertemukan saya dengan penggali kubur tersebut?"

Penjaga toko itu mengiyakan dan mempertemukannya dengan penggali kubur tersebut. Setelah bertemu, anaknya bertanya kepada penggali kubur. "Bagaimana Anda bisa mendapatkan Al Quran ini? (sambil menunjukkan Al Quran tulisan tangan ayahnya kepada penggali kubur itu)."

Penggali kubur itu berkata: "Saat saya menggali kubur untuk seseorang di baqi' (pemakaman di Madinah), saya melihat sebuah jasad masih utuh dan di samping jasad itu ada sebuah Al Quran tulisan tangan persis dengan yang ada di tangan Anda sekarang ini. Saya pun mengambilnya dan menyimpannya, dan suatu ketika saya butuh uang akhirnya saya menjualnya ke sebuah kedai."

Anaknya berkata lagi: "Bisakah Anda menunjukkan kepada saya, dimana letak posisi makam tempat Anda menemukan Al Quran ini? Kalau Anda mau menggali makam itu untuk saya sekali saja, saya ingin melihat orang yang ada di dalam makam tersebut."

Penggali kubur itu pun mengiyakannya dan dilakukanlah penggalian. Setelah penggalian, akhirnya tampaklah jasad ayahnya yang berada di dalam kubur itu. Jasadnya dalam keadaan masih utuh. Anak itupun menangis melihat jasad ayahnya sekaligus kagum dengan keajaiban itu.

Padahal dia melihat sendiri saat pemakaman ayahnya itu di Turki setahun lalu. Dan bagaimana bisa makam ayahnya sekarang berada di Kota Madinah.

Mengenai kisah ini, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani berkata: "Al-Mar-u ma'a man Ahabba" (seseorang itu akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai). Baik di dunia, di alam kubur ataupun di akhirat nanti. Karena orang yang di dalam kubur itu sangat mencintai Rasulullah SAW, maka Allah mengumpulkannya bersama Rasulullah SAW, baik secara lahir maupun batin.

Menurut Imam Al-Ghazali, hal itu bukanlah suatu perkara sulit atau mustahil. Dan kejadian seperti itu memang sudah sering terjadi.

Semoga kita dan anak keturunan kita istiqamah membaca Al-Qur'an dan termasuk golongan ahli Al-Qur'an. Amin. (Aris)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar