Plt Walikota Cimahi : Moderasi Beragama Mengajarkan Menghargai Perbedaan

Rabu, 20 April 2022 11:58 WIB

Share
Plt Walikota Cimahi : Moderasi Beragama Mengajarkan Menghargai Perbedaan
Plt Walikota Cimahi Ngatiyana saat menghadiri Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Cimahi. (foto:bagdja)

CIMAHI. JABAR.POSKOTA.CO.ID

Plt Walikota CImahi Ngatiyana  menjelaskan, salah satu tujuan dibentuknya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) adalah sebagai wadah kerukunan antarumat beragama.

“Selain itu juga FKUB berperan sebagai mitra konsultatif bagi pemerintah daerah, dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada kepala daerah, terkait dengan kekondusifan kerukunan umat beragama di daerah,” ucap Ngatiyana.dalam  kegiatan Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi, di 3 kecamatan wilayah Utara, Tengah, dan Selatan Kota Cimahi.

Oleh karena itu, lanjutnya, semua elemen masyarakat harus memiliki kesadaran, juga niat yang sama guna berjuang bersama dalam orientasi menciptakan kondisi kerukunan hidup yang mantap di antara umat beragama.  

"Oleh karenanya koordinasi dengan semua stakeholder serta instansi terkait harus dibangun, dan moderasi beragama harus dijadikan sebagai upaya dalam mewujudkan kehidupan beragama dan berbangsa yang rukun, harmonis, damai, toleransi serta taat konstitusi, sehingga kita benar-benar dapat menggapai cita-cita Indonesia kedepan lebih baik dan maju," terangnya. Selasa (19/4/2022).

Ngatiyana juga menyampaikan soal moderasi beragama, yang merupakan upaya menghadirkan jalan tengah atas beberapa kelompok yang berbeda, sehingga perbedaan itulah yang perlu dimoderasi supaya tercipta keharmonisan.

"Moderasi beragama butuh peranan dari semua pihak. Pemerintah tidak akan dapat berbuat sendiri tanpa dukungan masyarakat untuk menciptakan kerukunan, tetapi keterlibatan para tokoh agama dan lainnya sangat diperlukan untuk mencapai harapan yang diinginkan," bebernya.

Tujuan moderasi beragama yang terus digaungkan adalah untuk menghadirkan keharmonisan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai sesama anak bangsa.

"Moderasi beragama mengajarkan kita untuk moderat, pemikiran yang adil, dan menghargai perbedaan. Esensi dari agama adalah saling menghormati harkat dan martabat di antara kita. Agama mengajarkan keseimbangan di segala aspek kehidupan,"

Ngatiyana juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bertanggung jawab atas kelangsungan para pejuang-pejuang pendahulu kita, yakni dengan menjaga keutuhan NKRI.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar