Sahabat Rasulullah yang Pertama Bermimpi Mengenai Adzan

Senin, 25 April 2022 20:36 WIB

Share
Sahabat Rasulullah yang Pertama Bermimpi Mengenai Adzan
Ilustrasi adzan.

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah sholat fardhu 5 waktu, shubuh, dzuhur, ashar, magrib, dan isya. Namun tahukan siapa orang pertama yang bermimpi mengenai adzan?

Dikisahkan ketika para sahabat sedang berkumpul dengan Rasulullah dan bersdiskusi mengenai penanda yang dapat digunakan sebagai bentuk panggilan sholat.

Banyak dari para sahabat yang mengusulkan menggunakan suara lonceng, trompet, dan api sebagai bentuk penanda sholat. Namun Rasulullah menolak karena penanda itu menyerupai orang-orang kafir atau tasyabbuh.

Kemudian sahabat Nabi yakni Umar bin Khattab mengusulkan agar mengutus seseorang untuk menyerukan penanda sholat, dan utusan tersebut diterima lalu dipilih Bilal bin Rabah, namun kala itu Bilal masih belum menyerukan panggilan sholat.

Ketika para sahabat sudah kembali ke kediamannya, terdapat salah seorang sahabat yang tadi berkumpul bernama Abdullah bin Zaid. Ia terus gelisah memikirkan seruan yang tadi didiskusikan bersama sahabat yang lain dan Rasulullah. Hingga ketika ia tertidur Abdullah bermimpi mendengarkan adzan.

Mengutip dari Sirah Nabawi (Ibnu Hisyam, 2018), bahwa Abdullah bercerita ia baru saja bermimpi mendengarkan seruan sholat yaitu adzan pada malam sebelumnya.

Abdullah bin Zaid bermimpi ia didatangi oleh seorang berjubah hijau yang membawa lonceng. Abdullah berniat membeli lonceng milik orang tersebut untuk menyerukan panggilan salat, namun orang tersebut menyarankan beberapa kalimat untuk dijadikan panggilan adzan.

Dalam hadits dari “Abdullah bin Zaid bin ‘Abdi Rabbihi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, "Waktu saya tidur (saya bermimpi) ada seseorang mengelilingi saya seraya berkata, ‘Ucapkanlah ‘Allahu akbar, Allahu akbar’ lalu ia mengucapkan adzan empat kali tanpa pengulangan dan mengucapkan iqamah sekali kecuali ‘Qad qaamatish sholaah’.”

Ia berkata, “Ketika telah Shubuh, aku menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda, ‘Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar’.” Al-Hadits. (Dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Daud. Hadits ini sahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah). [HR. Ahmad, 26:402; Abu Daud, no. 499; Tirmidzi, no. 189; Ibnu Khuzaimah. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Imam Bukhari menyatakan hadits ini sahih].

Pada saat berkumpul kembali dengan para sahabat dan Rasullah, Abdulah menceritakan seluruh mimpinya kepada Rasulullah. Kemudidan Rasulullah berucap bahwa apa yang dimimpikan oleh Abdullah sama dengan yang dimimpikan oleh Umar selama 20 hari.

Halaman
Editor: Ivan W.
Contributor: Farhan
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar