Tiga Calon JPT Kadisdukcapil Kabupaten Garut Jalani Wawancara, Berikut Pesan Bupati

Kamis, 12 Mei 2022 21:36 WIB

Share
Tiga Calon JPT Kadisdukcapil Kabupaten Garut Jalani Wawancara, Berikut Pesan Bupati
Bupati Garut Rudy Gunawan menghadiri acara Wawancara 3 Besar Calon Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) dengan Kementerian Dalam Negeri yang dilaksanakan secara virtual. (foto: Ist/Kris)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Tiga calon Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Garut menjalani wawancara dengan Kementerian Dalam Negeri, Kamis 12 Mei 2022.

Acara yang dilaksanakan secara virtual di Kantor Command Center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut itu, dihadiri Bupati Garut Rudy Gunawan.

Pada kesempatan itu, Bupati melaporkan kepada Plt. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Andi Kriamoni yang hadir secara virtual, bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan proses seleksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dalam menyeleksi 8 calon JPT Kadisdukcapil Kabupaten Garut.

Rudy menerangkan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Kabupaten Garut telah merekomendasikan tiga calon untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.

“Khusus untuk yang berhubungan dengan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil harus mendapatkan persetujuan dulu dari Menteri Dalam Negeri. Tentu hari ini kami mengikuti prosedur itu," katanya.

Rudy menyampaikan, para calon yang telah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri nantinya akan dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Pemerintahan Kabupaten Garut.

“Kami ingin Kabupaten Garut adalah kabupaten yang mencapai 100% lah dalam rangka untuk mendapatkan identitas baik kartu penduduk maupun kartu anak," tuturnya.

Ia berharap, Kadisdukcapil terpilih dapat memiliki wawasan manajemen pemerintahan yang baik dengan segala aturannya.

"Termasuk yang selalu saya perhatikan adalah perilaku kerja, karena yang namanya ekspektasi kinerja itu bukan hanya kepada hasil tetapi juga ditentukan oleh perilaku kerja," tuturnya.

Bupati menyatakan, pencatatan sipil merupakan suatu hal yang penting karena identitas merupakan akses pertama bagi masyarakat kurang mampu, agar dapat tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar