Ratusan Sapi Terserang Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Garut, Bupati Sampaikan Daerahnya Sebagai KLB

Senin, 23 Mei 2022 16:45 WIB

Share
Ratusan Sapi Terserang Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di Garut, Bupati Sampaikan Daerahnya Sebagai KLB
Petugas dari Diskanak Kabupaten Garut melakukan peneriksaan terhadap hewan yang diduga terjangkit PMK. (foto: Kris)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mewabah hewan ternak di Kabupaten Garut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk menangani hal tersebut, Pemkab Garut akan melibatkan aparat dari TNI dan Polri serta pihak lain, guna menekan angka penyebaran penyakit yang banyak menyerang hewan ternak ini.

"PMK ini kan sudah dinyatakan kejadian luar biasa. Nah kejadian luar biasa ini akan ditangani juga secara luar biasa, kita sudah koordinasi ya TNI/Polri dilibatkan. Jadi kami sudah menyiapkan petugas-petugas ada 6 orang dokter hewan. Sekarang ini hewan sudah ada yang sembuh itu 132," ujarnya Senin (23/5/2022).

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut di 132 tempat di Kabupaten Garut hingga 22 Mei 2022, dari 1.688 hewan yang diperiksa, Diskanak Garut menemukan sekitar 978 hewan sakit serta terindikasi memiliki gejala PMK, dengan rincian 728 ekor sapi potong, 170 ekor sapi perah, dan 80 ekor domba.

Meski ada penyembuhan, menurut Rudy, penyebaran dari PMK ini begitu cepat, hal ini terlihat dari banyaknya daerah yang terpapar penyakit ini yaitu tepatnya di 12 kecamatan. Oleh karena itu, saat ini langkah proaktif yang dilakukan adalah melakukan pengobatan.

"(Untuk kompensasi) ga ada, belum ada kearah sana, kita mengobati dulu proaktifnya mengobati dulu, (karena jumlahnya) sudah hampir seribu ya," ucapnya.

Guna menekan kasus terkonfirmasi PMK ini, pihaknya akan melockdown sapi-sapi yang akan didatangkan ke Kabupaten Garut.

"Ini diselesaikan kita menyelesaikan masalah ini dengan melockdown, tidak boleh ada lagi sapi-sapi yangkan biasanya idul adha itu 30 hari atau 60 hari sebelumnya sapi itu sudah dikirim dari Jawa kesini, nah oleh kita mau diadakan cek point di Malangbong," katanya.

Di tengah mewabahnya PMK ini, Bupati Garut menegaskan, pihaknya tidak akan meloloskan hewan sakit untuk dijadikan hewan kurban. "Karena kurban itu harus sapi yang sehat, sapi yang tidak sehat tidak akan diloloskan sebagai hewan kurban, kan kami akan ada dokter hewannya nanti," tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat jika ada hewan ternak yang memiliki gejala PMK seperti mulut berbuih dan liur berlebih, bisa menghubungi call center yang telah disiapkan oleh Pemkab Garut. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar