Pembangunan Ponpes Assyukandari Bhayangkara Dimulai, Ini Pesan Anton Charliyan

Rabu, 8 Juni 2022 21:20 WIB

Share
Pembangunan Ponpes Assyukandari Bhayangkara Dimulai, Ini Pesan Anton Charliyan
Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan meletakan batu pertama pendirian pesantren di Kecamatan Salawu Kab. Tasikmalaya. (foto: Ist./Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan memulai proses pembangunan Pesantren Kebangsaan Asyukandari Bhayangkara, di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, dengan ditandai peletakan batu pertama, Selasa (7/6/2022).

Dalam sambutannya, Anton Charliyan yang juga Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Assyukandari Bhayangkara, mengatakan bahwa saat ini sangat diperlukan pesantren dengan konsep kebangsaan.

"Karena pesantren ini merupakan yang pertama mendeklarasikan sebagai Pesantren Kebangsaan di Indonesia, yang memiliki konsep mensinergikan antara Ilmu Agama, Cinta Tanah air dan melestarikan nilai-nilai budaya," ujar Anton Charliyan, yang juga dikenal sebagai tokoh budaya dan penggiat anti intoleransi.

Menurut dia, pesantren diharapkan bisa mencetak dan melahirkan santriwan santriwati yang berjiwa patriotisme Pancasila dalam bingkai NKRI berfaham Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah yang nasionalis dan berbudaya.

"Sebetulnya sudah banyak Ponpes yang punya konsep seperti ini, namun belum berani menamakan secara khusus sebagai Pesantren Kebangsaan," ungkapnya.

Lokasi pesantren ini dibangun di Kampung Ciwidara Desa Salebu Salawu Kabupaten Tasikmalaya. "Untuk itu mulai saat ini diharapkan agar ponpes-ponpes yang punya visi dan misi yang sama yakni agama yang berbudaya, budaya yang beragama, yang mengedepankan wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalis, bisa merevisi atau mendeklarasikan diri sebagai Pesantren Kebangsaan," paparnya.

Anton juga mengungkapkan bahwa kecintaan pada tanah air sesungguhnya telah tercantum dalam naskah Sunda Kuno abad ke 15 dari Wilayah tempat Pesantren ini berada yakni wilayah Gunung Galunggung, yang kini dikenal sebagai Amanat Galunggung.

"Ini salah satu naskah di Nusantara yang mengamanatkan harus menjaga sebuah teritory wilayah dengan sungguh-sungguh dari penguasaan asing," tuturnya.

"Dan naskah itu lahir di wilayah ini, maka sudah sepantasnya bila santri di wilayah Galunggung ini punya semangat dan daya juang berlipat ganda, dalam mempertahankan wilayah teritori NKRI dan Pancasila, sebagaimana dicontohkan KH Zainal Mustofa, Pahlawan Nasional yang berasal dari Singaparna Tasikmalaya," tutupnya.

Selanjutnya Ustad Ujang SIP MPd selaku Pimpinan Ponpes didampingi Dr KH Bachrum menyampaikan dan mohon dukungan dari semua pihak baik pemerintah maupun tokoh masyarakat. Mengingat saat ini bangsa Indonesia sangat memerlukan penguatan jiwa nasionalisme disamping nilai Agamis.
 
Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri Kapolres diwakili Kasat Binmas dan Kapolsek Singaparna, yang meyampaikan dukungan penuh berdirinya Pesantren tersebut sebagai pesantren yang Pancasilais yang memiliki semangat terdepan menjaga NKRI. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar