Warga Protes Minta Proyek PDAM Dihentikan, Ini Ternyata Penyebabnya

Kamis, 16 Juni 2022 14:53 WIB

Share
Warga Protes Minta Proyek PDAM Dihentikan, Ini Ternyata Penyebabnya
Warga protes, hentikan pengerjaan proyek air bersih PDAM Tirta Sukapura. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Beberapa warga Desa Jayamukti Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, beramai-ramai menghentikan pengerjaan proyek air bersih PDAM Tirta Sukapura, tepatnya di Jalan Arjasari Kampung Ceumceum Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/6/2022).

Pantauan Poskota Jabar di lokasi, warga Desa Jayamukti berkumpul di lokasi titik proyek pengalian air dan meminta kepada petugas proyek untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Ujang (62) warga di lokasi pengerjaan proyek air bersih mengatakan, seharusnya pihak PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya berkonsultasi terlebih dahulu dengan warga Jayamukti dan melibatkan warga dalam pengerjaan proyek ini.

"Pasalnya, saya dapat informasi di wilayah Desa Arjasari katanya Per Rumah Tangga (RT) dapat uang dari pihak PDAM Tirta Sukapura sebesar Rp 1,5 juta. Tapi kenapa warga Jayamukti tidak mendapatkan jatah yang sama, padahal lokasi pengerjaan melewati desa kami juga," katanya.

"Mungkin karena tidak ada uang fee dari PDAM Tirta Sukapura maka proyek penggalian kami hentikan," terangnya.

Sementara itu, staf dan pengawas proyek, Asep, saat ditemui di lokasi pengalian, menyayangkan terhadap pihak PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya.

"Kami dapat informasi ini dari masyarakat, pihak PDAM memberikan uang kepada para RT sebesar Rp 1,5 juta," ucapnya.

"Seharusnya pihak PDAM yang bertanggung jawab dengan hal ini, dan jangan libatkan kami, karena warga seolah-olah proyek pengalian ini yang memberikan uang tersebut kepada pihak ke RT," tambahnya.

Saat dikonfirmasi ke kantor PDAM Tirta Sukapura Jalan Cibanjaran-Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Direktur PDAM Kabupaten Tasikmalaya tidak ada di tempat kerjanya. "Beliau sedang melaksanakan tugas di luar," kata bagian kehumasan. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar