Santri Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi Digital, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

Sabtu, 18 Juni 2022 18:31 WIB

Share
Santri Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi Digital, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam mengisi acara di Mesjid Besar Ponpes Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Ribuan santri Pondok Pesantren Idrisiyyah mengikuti pelatihan Program Digital Preneur di Kampung Pagendingan Desa Jatihurip Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (18/6/2022).

Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, didampingi Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.

Berbagai pelatihan diberikan kepada para peserta di antaranya membuat digital creative content dengan pembuatan animasi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) yang bisa menghasilkan produk-produk turunan dari sebuah hasil karya digitalnya.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf mengharapkan kedepan program ini bisa terus berkesinambungan, guna menjadikan para santri menjadi pemain utama dalam industri kreatif yang bisa mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

"Karena Indonesia selama dua tahun ini dilanda pandemi Covid-19, santri dapat melakukan banyak hal seperti melakukan dakwah digital, menciptakan konten islami digital bahkan menciptakan UMKM yang berbasis digital," ujarnya.

Sandiaga Uno mengatakan, Santri Digital Preneur Indonesia bertujuan untuk memberdayakan para santri untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan teklonoligi digital.

"Tahun ini diharapkan sukses sehingga dapat dilaksanakan kembali pada 2022 dapat terselenggara lagi dengan target 1.000 pondok pesantren," tuturnya.

Santri Digital Preneur Indonesia Tahun 2022 merupakan pilot project yang diharapkan sukses mencapai target 1.000 pondok pesantren.

Di era modernisasi, para santri selain paham ilmu agama juga wirausaha. Bahkan, saat ini para santri sudah melek digital dan tak sedikit menjadi pelopor teknologi informasi yang bisa membawa manfaat nyata bagi Indonesia.

Para santri bukan hanya diajarkan keterampilan membuat konten, namun juga dikenalkan bagaimana bisa menghasilkan produk-produk turunan dari sebuah hasil karya digital seperti merchandising, licensing dan activations.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar