Pengangguran di Cimahi Rangking Dua se Jawa Barat, Ini Upaya yang Dilakukan Disnaker

Minggu, 19 Juni 2022 16:57 WIB

Share
Pengangguran di Cimahi Rangking Dua se Jawa Barat, Ini Upaya yang Dilakukan Disnaker
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik. (foto:ist)

CIMAHI, JABAR.POSKOTA.CO.ID

Berdasarkan data verifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Kota Cimahi angka penganggurannya masuk rangking kedua se Jawa Barat. Tercatat ada 13,3% atau sebanyak 39 ribu angka penganggurannya di Kota Cimahi.

Hal itu di benarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (19/6/2022).

Menurut  Yanuar, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, saat ini terus berupaya untuk menekan jumlah pengangguran di Kota Cimahi. Di antaranya mengirimkan tenaga lokal ke luar negeri mengikuti program kerja magang ke Jepang, dan pelatihan 100 pegawai di PT Sansan Saudaratex beberapa bulan lalu, juga sudah diterima kerja di PT Sansan Saudaratex itu sendiri.

"Memang ini merupakan suatu PR yang harus diselesaikan, fluktuasi meningkatnya pengangguran di Cimahi menjadi tinggi, ini dari imbas pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu, dimana banyak karyawan pabrik yang dirumahkan," jelasnya.

Namun, kata Yanuar, pihaknya tidak akan tinggal diam, dan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Media Internusa, untuk melakukan pelatihan-pelatihan bahasa Jepang.

"Karena pada saat covid dari pihak Jepang itu sendiri baik penerimaan pekerja maupun penerimaan magang di sana ditutup, sekarang mulai dibuka kembali, dan kami sudah mengirimkan 5 orang magang disana, tinggal sisanya 20 orang lagi yang akan berangkat ke Jepang di akhir bulan Juni 2022," kata Yanuar.

Diakui Yanuar, pendaftaran dalam pelatihan kerja tersebut semuanya ada 100 orang, dan yang terseleksi berangkat ke Jepang semuanya ada 25 orang, sisanya 31 orang sudah bekerja di Perusahaan Jepang yang ada di Cimahi.

Begitu pula menurut dosen pembimbing pelatihan kerja di Media Internusa Prof. Diky Muslim, dosen Unpad, menjelaskan, potensi anak-anak orang Cimahi cukup besar, 

"Hanya tinggal etos kerjanya yang harus dibangun lagi, sebab di Jepang, sebelum bahasa yang di pelajari, kita harus mempelajari terlebih dahulu budaya disana," tukas Diky.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar