Indonesia dan Malaysia Akan Menggelar Latihan SAR Bersama pada September 2022, Ini Tujuannya

Selasa, 21 Juni 2022 15:14 WIB

Share
Indonesia dan Malaysia Akan Menggelar Latihan SAR Bersama pada September 2022, Ini Tujuannya
Final Planning Conference terkait Latihan SAR Exercise (SAREX) Malaysia-Indonesia (Malindo) Tahun 2022. (foto: Ist.)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akan menggelar Latihan SAR Exercise (SAREX) Malaysia-Indonesia (Malindo) Tahun 2022 pada September 2022 mendatang di Tanjung Pinang.

Latihan itu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam hal penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada kecelakaan pelayaran internasional.

Direktur Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas Agus Haryono membuka kegiatan Final Planning Conference yang dilaksanakan di Ballroom Burangrang, Hotel Aryaduta Bandung. Kegiatan tersebut turut dipandu oleh tim dari Direktorat Kesiapsiagaan Kantor Basarnas Pusat.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah saat dihubungi Poskota Jabar melalui WhatsApp menyampaikan bahwa kegiatan SAR Exercise tersebut menghadirkan delegasi Malaysia yang dihadiri oleh Pengarah Bahagian Carilamat dan Bantuan Bencana, Laksamana Pertama Maritim Aminudin Bin Abdul Rashid beserta jajarannya.

Menurut Deden, pelaksanaan SAREX MALINDO ini akan digelar rutin setiap tahunnya untuk meningkatkan sinergitas antara Indonesia dan Malaysia di bidang SAR (Search and Rescue).

Direktur Direktorat Kesiapsiagaan Basarnas, Agus Haryono dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan SAREX MALINDO digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan Basarnas antara dua negara, serta bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan SAR terbaik bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi sangat penting bagi Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan kemampuan personel SAR di kedua negara, BCC(Basarnas Command Center), MRCC (Maritime Rescue Coordination Center) Putrajaya, MRCC Johar Baru dan RCC Tanjung Pinang.

"Beliau juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang baik antara Malaysia dan Indonesia untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi di wilayah antara Indonesia dan Malaysia," pungkasnya. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar