Polresta Tasikmalaya Ungkap Kasus Narkoba, 6 Orang Diamankan, Satu Orang Diantaranya Residivis Kasus Ganja, Berikut Barang Buktinya

Rabu, 22 Juni 2022 14:26 WIB

Share
Polresta Tasikmalaya Ungkap Kasus Narkoba, 6 Orang Diamankan, Satu Orang Diantaranya Residivis Kasus Ganja, Berikut Barang Buktinya
Kapolresta Tasikmalaya AKBP Aszhari Kurniawan didampingi Kasat Narkoba AKP Ade Hermawan dalam konferensi pers pengungkapan kasus narkoba. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Satreskrim Polresta Tasikmalaya mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 6 orang diamankan, meliputi pengguna, pengedar dan penjual narkoba. Dari 5 orang pengedar, satu orang di antaranya residivis pengedar ganja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Tasikmalaya AKBP Aszhari Kurniawan dalam konfrensi pers di halaman Mako Polresta Tasikmalaya Jalan Letnan Harun Kota Tasikmalaya, Rabu (22/6/2022).

Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini berlangsung selama bulan Juni 2022 dan mengamankan 6 tersangka dengan barang bukti 3,37 gram sabu, 88 tablet Alprazolam, 6.015 butir pil kuning berlogo MF dalam kemasan plastik klip.

"Dari 6 tersangka narkoba ini ada seorang tersangka residivis inisial SJ dalam kasus ganja. Kini SJ ditangkap dalam kasus sabu dengan barang bukti 0,5 gram sabu. Dia karyawan swasta yang ditangkap di Jalan Mayor Utarya," tuturnya.

Tersangka pengedar narkoba lainnya adalah pria inisial KG yang ditangkap di Pasar Cikurubuk. KG yang seorang buruh harian lepas ini menjadi pengedar sabu dengan barang bukti seberat 1,17 gram.

"Kemudian AA, buruh harian lepas yang diciduk di Jalan Ahmad Yani, dengan mengamankan barang bukti 88 tablet Alprazolam dan 5.880 butir pil kuning berlogo mf. Pengakuan tersangka ini menjual barang tersebut seharga Rp5.000 per butir dengan keuntungan sehari mendapatkan Rp2juta dan dibelinya secara online," paparnya.

Satnarkoba juga menangkap pria pengangguran berinisial AD di Jalan Ahmad Yani. Dari tangannya, polisi mengamankan 29 butir pil kuning berlogo mf. AD menjadi pengedar obat tersebut.

Selain itu, polisi menangkap pengedar pil kuning berlogo mf lainnya di Jalan Bebedahan, pria inisial RO dan polisi mengamankan barang bukti 106 butir.

Para pengedar dan pengguna sabu melanggar Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1 dengan kurungan penjara 20 tahun.

Sedangkan pengedar Alprazolam melanggar Undang-Undang nomor 05 tahun 1997 tentang Psikotropika. Terancam kurungan penjara 5 tahun dan pengedar pil kuning berlogo mf melanggar Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Terancam penjara 10 tahun.

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar