Terkait PMK Hewan Ternak, Wabup Garut Minta Peternak Jangan Jatuhkan Harga Jual Sapi

Rabu, 22 Juni 2022 12:20 WIB

Share
Terkait PMK Hewan Ternak, Wabup Garut Minta Peternak Jangan Jatuhkan Harga Jual Sapi
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyerahkan bantuan alat penunjang bagi salah satu peternak dari Kelompok Ternak Sapi Perah (KTSP) Bojong 3 di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. (foto: Ist.)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengimbau para peternak di Garut agar tidak menjatuhkan harga sapi peternak lain yang hewan ternaknya terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu disampaikan Wabup seusai melakukan pengecekan hewan ternak milik Kelompok Ternak Sapi Perah (KTSP) Bojong 3, di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Rabu, (22/6/2022).

"Saya imbau kepada para peternak jangan terpengaruh dengan upaya-upaya yang tidak terpuji, seperti menjatuhkan harga sapi yang terkena PMK ini. Jadi tolong nanti komunikasi kalau ada yang seperti itu, komunikasi dengan dinas, komunikasi nanti dengan tempat pemotongan hewan ya," ucapnya.

Disebutkan, harga sapi yang terkena PMK harganya bisa sampai Rp7 juta, dari biasanya berkisar Rp20 juta per ekor. Kondisi ini tentu sangat merugikan para peternak.

"Harga sapi Rp20 juta tadi katanya harganya jadi 7 juta, nah inikan sangat merugikan. Stoplah upaya-upaya seperti ini. Dalam keadaan KLB (darurat) ini ya kita harus melindungi, (yang) harus kita lindungi malah dijadikan objek untuk mencari sesuatu," tuturnya.

Wabup menegaskan bahwa PMK merupakan penyakit yang tidak menular ke manusia, dan hewan yang terpapar pun dagingnya aman dikonsumsi masyarakat. Walaupun, ada beberapa bagian yang harus dibuang.

"Aman sekali lagi dikonsumsi masyarakat dan dimasaklah dengan baik gitu, oleh karena itu MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun ya memberikan fatwa bahwa kalau penyakitnya masih ringan ini boleh untuk dijadikan sebagai hewan kurban," ujarnya.

Sementara itu, dalam pengecekannya di peternakan KTSP Bojong 3, Wabup Garut menjelaskan bahwa di daerah yang ia kunjungi, ada sekitar 53 sapi yang mati. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan melakukan verifikasi, dan jika memenuhi syarat, peternak yang hewan ternaknya mati serta tidak sempat disembelih akan mendapatkan dana kerahiman sebesar Rp5 juta.

"Kami juga mendapatkan kabar dari pusat juga ada dana kerahiman yang tentu mudah-mudahan juga ini akan menambah tambahan ya untuk mengurangi kerugian yang dialami oleh para peternak," katanya. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar