Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 5 Bulan, Pelaku Sudah Diringkus

Senin, 27 Juni 2022 20:55 WIB

Share
Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 5 Bulan, Pelaku Sudah Diringkus
Ilustrasi perundungan seksual.

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Ayah bejat berinisial AR (42) mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil 5 bulan. Perbuatan itu diketahui oleh anaknya yang lain. Polisi akhirnya meringkus pelaku di Kabupaten Garut.

Pelaku yang sudah lama ditinggalkan isterinya meninggal selama 6 tahun itu melakukan perbuatan keji terhadap anaknya sendiri.

Kepada petugas, buruh harian lepas itu mengaku tak kuat menahan birahinya. Saat terbangun dari tempat tidur dan melihat puterinya yang berinisial A (15) seperti almarhumah isterinya.

"Barulah perbuatan pencabulan dilancarkan pelaku dengan mencabuli dan melakukan persetubuhan layaknya suami isteri itu dimulai," kata Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, di Mapolres Garut, Senin (27/6/2022).

Saat terbangun, A tak bisa berbuat banyak dan merasa takut sehingga tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa berdiam karena takut," ujarnya.

Aksi persetubuhan sering dilakukan berulang-ulang oleh AR sejak Januari hingga Juni 2022. AT yang masih sekolah itu trauma akibat perbuatan ayahnya sebanyak enam kali itu hingga hamil 5 bulan

"Kami sudah berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Garut. Untuk korban saat ini sudah berada di Rumah Singgah P2TP2A untuk dilakukan perawatan psikis lebih lanjut," katanya.

Pelaku juga menjalankan aksinya setiap pukul 01.30 atau 02.00 WIB dini hari dan tersangka juga menunggu anak-anaknya yang lain tertidur lelap karena dia memiliki dua adik, semua perempuan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 76 D Jo Pasal 81 ayat (1), (2) dan (3), dan atau 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian Pasal 81 ayat (1) Jo. Pasal 82 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Halaman
Editor: Ivan W.
Contributor: Kris
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar