Cerita Guru Sumaryadi, Dibalik Tragedi Bus Maut Masuk Jurang di Tasikmalaya

Senin, 27 Juni 2022 07:35 WIB

Share
Cerita Guru Sumaryadi, Dibalik Tragedi Bus Maut Masuk Jurang di Tasikmalaya
Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian satu dari 62 penumpang bus maut yang masuk jurang di kawasan Rajapolah, Tasikmalaya. (foto:kris)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID

Guru olahraga SD Sayang Jatinangor Sumedang, Sumaryadi (55) mendadak membatalkan keinginannya untuk ikut jalan-jalan ke Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Padahal saat itu, Sumaryadi sudah berkemas dan siap untuk berangkat, ikut rombongan bus pariwisata City Trans Utama B7701 TGA yang dikemudikan Dedi Kurnia Ilahi.

Kepada wartawan yang menemuinya, Sumaryadi mengaku tidak ada mimpi atau firasat apa pun, yang membuat dirinya memutuskan untuk membatalkan keberangkat. "Saya nggak ada mimpi atau firasat apapun, yang membuat saya, nggak jadi berangkat," katanya.

Yang ada saat itu, ujar Sumaryadi, hanya rasa malas untuk berangkat ke Pangandaran. Padahal pembatalan keberangkatan diputuskan Sumaryadi sudah berkemas, hanya tinggal berangkat menuju titik kumpul keberangkatan. "Rombongan berangkat dari sekolah antara pukul 22.00 sampai 23.00 WIB," katanya.

Ditanya lebih detail soal rasa malas yang datang tiba-tiba, menurut Sumaryadi kemungkinan karena, istri lagi sakit. "Mungkin karena istri juga lagi sakit," duganya.

Soal apakah ada larangan istri, Sumaryadi mengatakan tidak juga. Sebab saat itu, istri tidak mempermasalahkan suaminya untuk pergi ke Pangandaran. "Istri juga nggak ngelarang sih, istri sudah kasih izin kok," ungkapnya.

"Istri nyuruh saya pergi, tapi masa saya bersenang-senang, istri saya sakit di rumah," bebernya.

Terlepas dari alasan malas yang datang secara tiba-tiba itu, Sumaryadi turut berduka atas musibah yang dialami rombongan. "Kami sangat berduka. Kami berdoa semoga yang meninggal dunia diterima iman, Islam, dan ihsannya. Yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan," katanya.

Bus Pariwisata City Trans Utama bernopol B 7701 TGA membawa rombongan siswa SD Sayang Jatinangor dengan tujuan Pantai Pangandaran. Di kampung Cirende, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya bus oleng, hilang kendali dan masuk jurang berkedalaman 10 meter, Sabtu 25 Juni 2022, dinihari.

Bus maut itu membawa 62 orang penumpang, sebanyak 58 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 1 orang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Tiga korban meninggal dunia itu selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dua dari ketiga korban adalah pasangan suami istri Olih Komarudin dan Esih Sukaesih (59) warga Griya Utama Rancaekek.

"Itu kakak dan kakak ipar saya," kata Tatang adik korban di kamar mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. T

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar