Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Manggis, Diduga Ini Penyebabnya

Senin, 27 Juni 2022 10:00 WIB

Share
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Manggis, Diduga Ini Penyebabnya
Petugas dan warga membantu membawa jasad korban yang ditemukan tewas tergantung di pohon Manggis. (foto: Ist./Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Warga Kampung Ciaren RT10/10, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupatem Tasikmalaya, digegerkan penemuan jasad seorang pria yang gantung diri di pohon manggis pada Minggu (26/6/22) sore.

Warga yang melihat temuan itu kemudian melaporkan ke Polsek Karangjaya, Polresta Tasikmalaya.

Kapolsek Karangjaya, Iptu Imang Sunarman yang mendapatkan laporan dari warga langsung mendatangi lokasi dan membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ya benar ada jasad pria yang gantung diri di pohon manggis dan telah kita evakuasi bersama tim Inafis Satreskrim Polresta Tasikmalaya," terangnya.

Jasad pria gantung diri itu diketahui warga setempat bernama Nana Taryana (39), buruh harian lepas. "Awalnya ditemukannya jasad sekira pukul 12.00 WIB, oleh salah seorang tukang kebun yang akan melintasi jalan setapak dengan tidak sengaja melihat ke arah pohon manggis dan menemukan sesosok pria gantung diri," ucapnya.

"Karena penasaran saksi ini melihat ke arah pria gantung diri dan ternyata mengenali lalu bergegas memberitahukan kepada istrinya," tambahnya.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban gantung diri menggunakan tali tambang plastik dengan jarak dari ujung kaki ke permukaan tanah 290 cm, jarak simpul tali ke permukaan tanah 460 cm dan jarak dahan ke simpul tali 30 cm.

"Menurut keterangan istrinya bahwa korban terakhir kali pergi dari rumahnya  pada hari Rabu (22/6/22) lalu sekitar jam 09.00 WIB dengan mengaku akan pergi ke kebun," tambahnya.

Menurut keluarga korban sebelum pergi ke kebun korban mengaku dirinya mempunyai utang terhadap orang lain. "Yaah mungkin dari situ permasalahannya dia akhiri hidupnya," ucapnya.

Hasil pemeriksaan tim Inafis Polresta Tasikmalaya pada tubuh Nana tidak ditemukan tanda-tanda akibat kekerasan. "Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai musibah serta menolak untuk dilakukan autopsi," jelasnya.(Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar