Warga Keberatan Membeli Pertalite dan Solar Melalui Aplikasi MyPertamina, Ini Alasannya

Jumat, 1 Juli 2022 15:22 WIB

Share
Warga Keberatan Membeli Pertalite dan Solar Melalui Aplikasi MyPertamina, Ini Alasannya
Pengendara motor antre di SPBU Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya, Kamis (30/6/2022) malam. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Sebagian besar masyarakat mengaku keberatan membeli BBM jenis pertalite dan solar yang terlebih dahulu wajib mendaftarkan diri secara online melalui aplikasi MyPertamina.

Peraturan yang diberlakukan mulai 1 Juli 2022 ini dianggap merepotkan, seperti yang dirasakan oleh para sopir angkutan umum, termasuk oleh ojek online. Meski menurut Pertamina, peraturan ini baru ditujukan untuk kendaraan roda empat. Sedangkan kendaraan roda dua (sepeda motor) belum diberlakukan.

Pantauan Poskota Jabar di SPBU Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya, tampak masih berjalan lancar, meskipun sempat terjadi antrian pengisian pertalite angkutan umum dan sepeda motor.

Salah seorang sopir angkutan umum 02 jurusan Nyantong - Pancasila Utang (45) warga Cicurug Kota Tasikmalaya mengakui, aturan beli BBM pertalite dan solar melalui aplikasi online sangat membingungkan.

"Merepotkan pak, pasalnya saya tak mempunyai HP Android. HP saya ini, HP biasa, kalau saya beli itu HP Andoid mana ada uang segede itu, pak," ujarnya, Jumat (1/7/2022).

Dia mengatakan, pemerintah banyak mengeluarkan peraturan. "Nggak semua supir angkutan menggunakan aplikasi tersebut dan semuanya serba bingung. Padahal, belum semua orang memiliki HP dan cara pemakaiannya juga belum tahu," ujarnya.

Hal senada diungkapkan pengendara ojek online (ojol) Dadang (55). Menurutnya, penggunaan aplikasi dalam pembelian pertalite bukan solusi efektif dan efisien. Sebaliknya malah menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Ia merasa kecewa dengan kebijakan tersebut, tak hanya akan merepotkan ojol, masyarakat secara umum juga banyak yang belum melek teknologi.

"Kebutuhan BBM kan semua kalangan, sedangkan belum semuanya tahu dan paham cara registrasi atau daftar ke aplikasi itu," tuturnya.

Dadang meminta rencana tersebut dibatalkan, karena melayani konsumen cukup dengan melihat jenis kendaraan atau warna Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Halaman
Editor: Ivan W.
Contributor: Kris
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar