Kepala BNPB Tinjau Kondisi Terkini Lokasi Terdampak Banjir di Kabupaten Garut, Ini Arahannya

Rabu, 20 Juli 2022 22:30 WIB

Share
Kepala BNPB Tinjau Kondisi Terkini Lokasi Terdampak Banjir di Kabupaten Garut, Ini Arahannya
Kepala BNPB RI, Letjen Suharyanto meninjau kondisi terkini lokasi terdampak banjir di Garut. (Kris)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto meninjau kondisi terkini lokasi pasca bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut.

Kunjungan kerja Kepala BNPB diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (20/7/2022).

Saat melakukan konferensi pers, Kepala BNPB menjelaskan bahwa pihaknya datang ke Kabupaten Garut dalam rangka memastikan penanggulangan bencana berjalan dengan tertib dan sebagaimana mestinya.

"Kami informasikan bahwa bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Garut ini sekarang sudah mulai surut airnya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat korban banjir. Memang ada satu warga yang meninggal, tetapi itu karena sakit stroke. Selain itu, ada beberapa infrastruktur yang rusak termasuk rumah-rumah warga yang terendam, tentu saja kita akan melaksanakan langkah-langkah penanganan," tuturnya.

Ia memastikan bahwa di masa tanggap darurat ini, kebutuhan hidup dasar masyarakat khususnya pengungsi dan masyarakat terdampak menjadi prioritas utama pihaknya.

"Kemudian setelah tanggap darurat nanti akan dikaji segala kebutuhan yang harus dilakukan. Nanti pemerintah daerah dibantu unsur TNI, Polri, Kodim dan Polres Garut di bawah arahan Danrem 062/Tarumanagara ini melakukan langkah-langkah pasca tanggap darurat," katanya.

Berdasarkan kajian sementara, Suharyanto memaparkan ada beberapa rumah yang harus direlokasi, karena ia menilai jika masyarakat tetap tinggal di daerah tersebut ditakutkan ketika banjir terjadi lagi, daerah tersebut akan terdampak kembali.

"Nah ini dalam proses negoisasi dan penjelasan kepada masyarakat agar mereka mau direlokasi. Kemudian sambil menunggu relokasi juga ada warga yang harus meninggalkan rumahnya. Oleh Bupati dan Wakil Bupati Garut akan disiapkan rumah-rumah kontrakan, dan nanti dari BNPB akan membantu dana penghunian atau dana yang digunakan untuk mengontrak," tuturnya.

Dia menjelaskan, Garut merupakan tipikal daerah yang memiliki ketinggian sehingga rawan terjadi longsor. Selain itu sungai-sungai yang ada di Garut pun sudah banyak yang dangkal, sehingga hal tersebut harus dipikirkan untuk solusi jangka panjangnya.

"Agar di kemudian hari apabila terjadi hujan yang sama, dampak yang ditimbulkannya minimal tidak seperti sekarang, semakin kecil semakin kecil bahkan bisa berkurang dan hilang sama sekali, itu rekan-rekan wartawan yang bisa saya disampaikan," ucapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar