Pemkab Garut Tetapkan Masa Transisi Darurat, Ini Penjelasan Wakil Bupati

Minggu, 31 Juli 2022 20:04 WIB

Share
Pemkab Garut Tetapkan Masa Transisi Darurat, Ini Penjelasan Wakil Bupati
Warga sedang membersihkan barang-barang miliknya setelah terjadi banjir bandang di Kab. Garut beberapa waktu lalu. (foto: Kris)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Setelah menetapkan status darurat bencana selama 2 pekan (sejak 16 Juli 2022), kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan masa transisi darurat dalam rangka penanggulangan pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 15 Juli 2022 lalu.

Hal itu sesuai Keputusan Bupati Garut Nomor 362/KEP. 415-BPBD/2022 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten Garut.

"Masuk tanggap darurat sudah kita anggap selesai dilanjutkan dengan masa transisi. Masa transisi ini kan harus membangun rumah. Rumah yang harus kita bangun itu 140 yang relokasi, yang 72 yang di tempat," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Minggu (31/7/2022).

Karena adanya 200 lebih rumah yang harus dibangun, menurut Wabup, maka pemerintah daerah menetapkan masa transisi guna memastikan masyarakat penyintas bencana banjir dan longsor memiliki tempat tinggal kembali.

"Yang banyak itu pertama di sini di Kecamatan Garut Kota, kedua dari Kecamatan Banjarwangi. Bagi yang sawahnya terkena banjir dapat ganti. Karena itu kan kita pergerakan puso. Dapat ganti berupa bibit benih," katanya.

Helmi Budiman menerangkan, berdasarkan usulan-usulan dan beberapa pertimbangan dari beberapa pihak, masa transisi darurat ini diperkirakan akan berlangsung kurang lebih 6 bulan.

"4 bulan untuk membangun, yang 2 bulan masa tunggu. Kan kita tidak langsung cair dari BNPB nya juga ada masa tunggu 1 minggu, 2 minggu 3 minggu," tuturnya.

Ia mengimbau kepada para penyintas bencana banjir untuk senantiasa bersabar selama masa transisi ini. Serta bagi para penyintas yang akan direlokasi untuk tidak kembali menempati tempat tinggal yang berada di daerah rawan bencana, karena pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan sebagai tempat untuk relokasi.

"Kalau yang di perkotaan itu kita punya tanah pemda memang perlu cut and fill itu luasnya sekitar 1 hektar ini di daerah Burung Bao. Kemudian yang di Banjarwangi itu ada di Desa Padahurip itu, ada tanah desa yang juga bisa kita gunakan untuk relokasi," katanya.

Senada dengan Wabup Garut, Sekretaris Daerah Garut, juga selaku Kepala BPBD Garut, Nurdin Yana mengatakan, masa tanggap darurat bencana ini dilanjutkan dengan masa transisi darurat. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan akan memberikan bantuan melalui Dana Siap Pakai (DSP) untuk pembangunan rumah para penyintas bencana.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar