Pemkab Garut Akan Relokasi 140 KK Korban Banjir dan Longsor, Ini Penjelasan Wabup Helmi Budiman

Sabtu, 6 Agustus 2022 22:12 WIB

Share
Pemkab Garut Akan Relokasi 140 KK Korban Banjir dan Longsor, Ini Penjelasan Wabup Helmi Budiman
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Bencana, di Aula BPBD Garut. (foto: Kris)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan merelokasi 140 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Jumat 15 Juli 2022 lalu. Selain merelokasi, Pemkab Garut juga akan memperbaiki 72 rumah yang berada di tempat yang aman.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, seusai memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Bencana di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (6/7/2022).

"Pertama kita menyelesaikan bantuan untuk rumah, yang rusak berat kita lakukan relokasi, ada 140 rumah. Sedangkan yang dilakukan di tanah masyarakat dan di tempat yang aman itu 72 rumah, jadi (totalnya) 212 rumah. Kemudian ada penggantian rumah yang rusak sedang dan rusak ringan dari provinsi. Kita juga menyelesaikan termasuk di dalamnya ada jaduk, dan lain lain," ujar Wabup didampingi Unsur Pengarah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bambang Munadjat.

Ia mengungkapkan, pembangunan rumah penyintas bencana ini, akan dilaksanakan selama masa transisi yang berlangsung selama kurang lebih 6 bulan lamanya.

Setiap rumah yang mengalami rusak berat, menurut Helmi, akan mendapatkan bantuan dana maksimal Rp 50 juta untuk membangun kembali rumah yang terdampak bencana.

"Semua jadi berubah 50 juta, untuk relokasi 50 juta kemarin, kalo 50 juta kali 200 aja sudah 10 miliarkan gitu, kalau untuk rumahnya saja belumkan infrastrukturnya, jalanya, cut and fill nya dan sebagainya," ungkap Wabup.

Helmi berpesan kepada masyarakat untuk mendukung upaya-upaya mitigasi yang sudah diprogramkan oleh pemerintah. Ia menerangkan, salah satu tujuan dari mitigasi adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

"Kemarin Alhamdulillah begitu ada banjir semua kan keluar, lari gitu kan, yang penting jiwa dulu kan, salah satu bagian dari mitigasi. Kemudian juga mohon dukungan juga karena bagian mitigasi juga yang terkait dengan sarana-prasarana, jangan membangun rumah di bantaran sungai, dan banyak lagi," pesan Wabup.

Sementara itu, Unsur Pengarah dari BNPB, Bambang Munadjat, menilai Pemkab Garut sudah bertindak tanggap dan cepat dalam membantu penyintas bencana. Bahkan, action plan yang dilakukan sudah terencana.

"Kelihatan sekali bahwa termasuk di dalamnya sudah ada rencana untuk relokasi, dan relokasi itu ternyata sudah disiapkan juga lahan-lahannya, memang sudah istilahnya dari lahan itu sudah clear and clean, dari sisi fisiknya dari kelayakan dan juga secara administratif," tutur Bambang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar