Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J, Berikut Penjelasan Kapolri

Selasa, 9 Agustus 2022 20:17 WIB

Share
Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J, Berikut Penjelasan Kapolri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022) malam. (foto: tangkap layar Instagram @divisihumaspolri)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka terkait kasus tewasnya Brigadir Nofryansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).

Penetapan tersangka itu, disampaikan langsung Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022) malam, seperti dilansir Poskota.co.id.

Kapolri menyebutkan bahwa sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yakni Bharara E, Brigadir RR, dan Bripka KM. Saat ini, status Ferdy Sambo menjadi tersangka.

"Kemarin kita telah tetapkan tiga tersangka, yakni saudara RE, Saudara RR, dan Saudara KM," ujarnya. "Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka," tambahnya.

Kapolri menyebutkan bahwa penembakan yang dilakukan Bharada E terhadap Brigadir J adalah atas perintah dari FS (Ferdy Sambo).

"Ditemukan perkembangan baru, bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan awal. Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang dilakukan oleh saudara RE atas perintah saudara FS,” katanya.

Kapolri juga menyebut Bharada E yang mengajukan diri sebagai justice collaborator membuat peristiwa ini semakin terang.

"Saudara E telah mengajukan JC dan saat ini, itu juga yang membuat peristiwa ini semakin terang," ujarnya.

Selain itu, Kapolri menyebut bahwa FS berperan membuat kasus ini terkesan seperti peristiwa tembak menembak.

"Untuk membuat peristriwa ini seolah terjadi tembak menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah telah terjadi tembak menembak," katanya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar