Warga 'Serbu' Pasar Murah di Kota Tasikmalaya, Ini Sasarannya Menurut BI

Selasa, 9 Agustus 2022 10:29 WIB

Share
Warga 'Serbu' Pasar Murah di Kota Tasikmalaya, Ini Sasarannya Menurut BI
Ratusan pengunjung penuhi Pasar Murah di Lapang Sepak Bola Cibeureum Kota Tasikmalaya. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Warga memenuhi Pasar Murah di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini digelar oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya dan stakeholder lainnya selama tiga hari.

Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Nurtjipto, menjelaskan, kegiatan pasar murah ini bertujuan menyederhanakan rantai nilai komoditas strategis untuk mendorong harga rendah dan stabil bagi masyarakat umum.

"Operasi pasar murah ini digelar selama 3 hari. Animo masyarakat akan kebutuhan pokok sangat tinggi. Kegiatan ini untuk meminimalisir tekanan daya beli akibat peningkatan harga komoditas strategis," katanya, Selasa (9/8/2022).

Disebutkan, realisasi Inflasi bulan Juli 2022 Kota Tasikmalaya sebesar 0,57% (mtm) atau 5,18% (ytd) dengan pendorong utama berasal dari kelompok volatile food (VF) sebesar 1,24% (mtm) atau 10,31% (ytd) dengan komoditas antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tomat.

"Hal ini dikarenakan rendahnya hasil produksi akibat cuaca ekstrim dan diiringi pula peningkatan biaya produksi yang turut mendorong penurunan minat investasi produksi," tuturnya.

 

Dalam rangka menghadirkan rantai nilai yang sederhana untuk mendorong harga rendah dan stabil bagi masyarakat, TPID Kota Tasikmalaya juga bekerjasama dengan TPID Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, mendistribusikan komoditas volatile food khususnya cabai, bawang merah dan sayuran dari daerah produsen Provinsi Jawa Barat yaitu TTIC/Kelompok Tani dari Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini mengajak partisipasi dari mitra produsen Kelompok Tani Lumbung Usaha Pangan Mandiri (beras), Klaster Telur, Kelompok Wanita Tani (cabai dan sayuran) di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan maupun retail modern Asia Plaza Toserba (minyak goreng dan lainnya) di bawah koordinasi Dinas KUMKM Perindustrian Perdagangan.

Turut berpartisipasi pula Bulog Subdivre Ciamis (beras, minyak goreng, tepung terigu, daging beku) dan Pertamina TBBM Tasikmalaya (BBG subsidi dan non-subsidi).

Animo masyarakat untuk pasar murah cukup tinggi dengan partisipasi lebih dari 500 pengunjung. Hal ini merupakan indikator bahwa harga komoditas pangan di pasar masih cukup tinggi. "Untuk itu diharapkan secara bersama-sama TPID dapat mendorong sektor produksi agar memenuhi permintaan sektor konsumsi," ujarnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar