Dua Tersangka Kepemilikan Sabu yang Profesinya Service Ponsel tidak Ditahan, Penjelasannya Ini

Rabu, 10 Agustus 2022 18:43 WIB

Share
Dua Tersangka Kepemilikan Sabu yang Profesinya Service Ponsel tidak Ditahan, Penjelasannya Ini
Tersangka Narkoba jenis sabu di rehabilitasi ke Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa ke Cimaung Kabupaten Bandung, Rabu 10 Agustus 2022. (foto:ist)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID

Proses penuntutan terhadap RA (36) dan HFS (44), dua warga Kota Bandung yang sebelumnya sudah disangkakan terjerat kasus narkoba tidak berlanjut ke meja hijau.

Kasi Penkum Kejati Jabar, Sutan Harahap SH, MH mengatakan, pada hari Selasa 9 Agustus 2022 Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung melaksanakan rehabilitasi terhadap duanya.

Dijelaskan Sutan, RA dan HFS  warga negara biasa, dia berprofesi sebagai tukang servis ponsel.

"Pada awalnya, keduanya ditangkap atas kepemilikan sabu-sabu yang dibeli seharga Rp 1,4 juta pada April 2022 lalu. Setelah dilakukan tes kepada dua orang RA dan HFS  tersebut keduanya positif menggunakan sabu-sabu," katanya lewat rilis, Rabu 10 Agustus 2022.

Sutan menerangkan, setelah proses di kepolisian sampai terbit surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP). Pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti lalu diterima oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Bandung pada hari Jumat tanggal 1 Juli 2022.

Kemudian dilakukan Eskpose antara Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.  

"Kemudian kita melakukan ekspose oleh Kepala Kejari Bandung, Kepala Kejati Jabar dengan Jampidum terkait penanganan perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika ini," terangnya.

Dari hasil ekspose itulah, Kasi Pidana Umum Kejari Kota Bandung Muslih, SH.MH mengambil kesimpulan terhadap tersangka, untuk dilakukan rehabilitasi.

Terhadap RA dan HFS kemudian dilakukan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa yang pada beberapa waktu yang lalu diresmikan oleh Jaksa Agung RI yang bertempat di Cimaung Kabupaten Bandung dan tersangka akan menjalani rawat inap selama tiga bulan hingga bulan Oktober 2022.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar