Mantan Camat Sindang Jelaskan Kronologis Carik Desa Terusan yang Menjadi Polemik

Kamis, 11 Agustus 2022 14:22 WIB

Share
Mantan Camat Sindang Jelaskan Kronologis Carik Desa Terusan yang Menjadi Polemik
Mantan Camat Sindang yang saat ini bertugas di Kecamatan Kertasmaya, Ali Sukma Jaya. (foto: Tosim)

INDRAMAYU, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Setiap desa dipastikan memiliki aset desa, atau yang biasa disebut carik, sebagai pemasukan atau pendapatan desa.

Salah satunya di Desa Terusan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu, carik desa merupakan tambahan penghasilan untuk kepala desa (Kuwu) beserta perangkatnya. Carik desa biasanya berbentuk lahan perkebunan atau sawah seperti yang dimiliki Desa Terusan.

Akan tetapi, carik Desa Terusan selama ini menuai permasalahan antara mantan kuwu (Muchamad Juhari) dengan kuwu yang baru/definitif (Karyono), mantan Pj. Desa Terusan Waryadi dan para petani penggarap sawah carik desa yang belum terselesaikan dari tahun 2021.

Camat Kertasmaya Ali Sukma Jaya, yang dahulu sebagai Camat Sindang menjelaskan kronologi terjadinya kesalahpahaman antara mantan Kuwu (Muchamad Juhari) dan kuwu yang baru (Karyono), juga mantan Pj. Desa Terusan Waryadi dan para petani, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/8/2022).

Permasalahan berawal saat Pj. Desa Terusan Waryadi menyewakan carik kuwu/Pj ke petani. Waryadi hanya menyewakan carik kuwunya saja, tidak semuanya. Tanah carik yang berupa sawah disewakan kepada para petani masa tanam 2021-2022, saat ia menjabat Pj, karena merasa ada haknya selama menjabat sebagai Pj selama masa kerja 7 bulan dari Januari - Juli 2021 yang lalu. Selanjutnya sisa 5 bulan diserahkan kepada Kuwu terpilih (Karyono).

Akar permasalahan, mantan kuwu Muchamad Juhari dan kuwu yang baru Karyono saling mengklaim. Mantan kuwu Muchamad Juhari mengklaim bahwa ia masih berhak masa tanam 2021-2022, karena dahulu saat serah terima dari kuwu yang sebelumnya ada langsir satu tahun.

"Sedangkan keterangan dari kuwu Karyono mengatakan, pada saat dahulu serah terima ke kuwu Muhamad Juhari tidak ada istilah langsir, nah disinilah akar permasalahanya, kata Ali Sukma.

Hasil musyawarah pada saat itu, waktu menjadi Camat Sindang sebetulnya sudah ada titik temu, cuman sayang tidak segera ditindaklanjuti dengan membuat berita acara kesepakatan. Hasil musyawarah mengambil jalan tengah, artinya masa tanam padi satu tahun dua kali, jadi masing-masing punya hak satu kali masa tanam, walaupun mereka berdua tetap kukuh sama pendiriannya masing-masing.

"Sekarang saya tidak ada kewenangan di Kecamatan Sindang. Kewenangan saya di Kecamatan Kertasmaya, sekarang kewenangan di Kecamatan Sindang yaitu Suyitno," jelas Ali Sukma.

"Tinggal bagaimana Camat Sindang Suyitno memanggil, untuk mengadakan musyawarah dengan mantan kuwu Muchamad Juhari, kuwu definitif Karyono dan mantan Pj. Waryadi," jelasnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar