Yosef dan Kuasa Hukumnya Akan Berkirim Surat ke Presiden, Kasus Pembunuhan yang Menimpa Istri dan Anaknya Belum Juga Terungkap

Jumat, 12 Agustus 2022 19:47 WIB

Share
Yosef dan Kuasa Hukumnya Akan Berkirim Surat ke Presiden, Kasus Pembunuhan yang Menimpa Istri dan Anaknya Belum Juga Terungkap
Tim Inafis Polres Subang berupaya mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Dusun 2 Ciseunti Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, yang terjadi pada 18 Agustus 2021. (Foto: Ist.)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Subang belum juga terungkap hingga nyaris setahun ini, tepatnya terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu. Korban dalam peristiwa itu adalah Tuti Suhartini dan puterinya Amelia Mustika Ratu.

Dari pemberitaan media selama ini, berbagai upaya memang telah dilakukan oleh aparat kepolisian agar kasus tersebut terungkap dan pelakunya segera ditangkap. Namun sampai saat ini belum juga ada kabar kepastian bahwa kasus itu benar-benar menemui titik terang .  

Sebagai suami dan ayah korban, Yosef Hidayah, bersama kuasa hukumnya akan berkirim surat kepada Presiden, Kapolri, Kompolnas dan Menkopolhukam.

Menurut Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat, melalui surat tersebut pihaknya meminta agar kasus perampasan nyawa yang menimpa Tuti dan Amelia Mustika Ratu pada 18 Agustus 2021 itu, tidak dihentikan dan pelakunya segera diungkap.

"Kami akan berkirim surat ke Presiden, Kapolri, Menkopolhukam dan Kompolnas agar kasus ini tidak dihentikan," ujar Rohman, saat jumpa pers di Jalan Sunda, Kota Bandung, Jumat (12/8/2022).

Selain itu, menurut Rohman, pihaknya juga meminta keadilan agar pelaku perampasan nyawa terhadap istri dan anak kliennya segera terungkap.

"Kita meminta keadilan, pertama untuk pelaku yang sejauh ini masih berkeliaran, tentunya segeralah ditangkap berdasarkan petunjuk, deskripsi yang disampaikan penyidik tempo hari, itu bisa dijadikan dasar untuk melakukan penangkapan siapapun orangnya yang cocok dengan ciri-ciri dalam sketsa kemudian berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang ada," tuturnya.

Rohman juga menambahkan bahwa pihaknya juga meminta kejelasan terkait rumah pribadi kliennya yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) yang hingga saat ini belum bisa dihuni oleh Yosef.  "Kemudian kami ingin ada kepastian rumah yang jadi TKP, mau sampai kapan dibiarkan seperti ini," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yosef Hidayat membacakan isi surat yang akan disampaikan kepada Presiden, Kompolnas, Menkopolhukam dan Kapolri.

Saat membacakan isi surat, Yosef sempat meneteskan air mata. Isi surat itu intinya meminta agar kasus perampasan nyawa terhadap istri dan anaknya, segera diungkap dan tidak dihentikan proses penyelidikannya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar