Ini Ungkapan Sang Suami yang Istrinya Meninggal Saat Ikut Balap Karung di Tasikmalaya, "Istri Saya Selalu Menjadi Juara Lomba"

Kamis, 18 Agustus 2022 13:51 WIB

Share
Ini Ungkapan Sang Suami yang Istrinya Meninggal Saat Ikut Balap Karung di Tasikmalaya,
Lurah Cipawitra Tata Tahyudin (kiri) saat takziah, bersama Rizki (kanan) suami Rini. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Berpulangnya Rini (29) warga Kampung Gunung Bubut RT 02/04, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ibu rumah tangga itu meninggal dunia saat mengikuti lomba balap karung di kampungnya untuk memeriahkan HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022) kemarin. Kabar ini menjadi perhatian masyarakat terlebih setelah videonya viral di media sosial (medsos).

Rasa duka disampaikan oleh suami korban, Rizki (32), saat ditemui Poskota Jabar di kediamannya. "Istri saya itu (Rini) selalu aktif dalam perlombaan balap karung dalam perayaan Hari Kemerdekaan atau 17 Agustusan di kampung. Dia selalu menjadi juara dalam perlombaan," ucapnya, Kamis (18/8/2022).

Menurut Rizki, pada saat akan mengikuti perlombaan balap karung itu, dirinya sedang sakit demam. "Saya sempat melarang istri saya untuk ikut permainan, karena permainan itu membutuhkan tenaga yang kuat. Apalagi dia juga baru 2 bulan melahirkan," tuturnya.

"Mungkin istri saya merasa tergugah untuk ikut lomba balap karung. Akhirnya dia mengikuti kegiatan tersebut, karena setiap tahun istri saya itu selalu menjadi juara," tambahnya.

Setelah mengikuti kegiatan, tutur Rizki, dirinya mendapatkan kabar bahwa istrinya mendapatkan musibah saat ikut lomba balap karung. Korban sempat jatuh tersungkur, lalu warga membawanya ke Klinik Kayla di Kabupaten Tasikmalaya. Namun saat sampai di klinik, istrinya sudah meninggal dunia.

Sementara itu, Lurah Cipawitra Tata Tahyudin saat melakukan takziah ke rumah korban, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban. Keluarga korban juga telah menerima dengan ikhlas atas takdir dari Alloh SWT. Korban meninggalkan tiga anak yang masih kecil, mulai dari 2 bulan hingga usia 8 tahun.

Semasa hidupnya, menurut Lurah, korban ini selalu aktif dalam semua kegiatan dan perlombaan untuk memeriahkan 17 Agustusan, bahkan selalu menjadi juara.

Untuk kematian korban sendiri, kata Tata, diakibatkan korban mempunyai sakit hipertensi karena selama hamil hingga melahirkan bayinya, korban selalu melakukan pemeriksaan dan pengontrolan kesehatannya ke posyandu. (Kris)***

Komentar ditutup untuk berita ini.