Pemkab Garut Pantau Terus 20 Desa Terdampak Banjir dan Tanah Longsor

Minggu, 25 September 2022 14:37 WIB

Share
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, melihat secara langsung pembuatan jalur baru sebagai alternatif terputusnya jalan penghubung antara Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Cihurip, di Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. (Dok. Diskominfo)
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, melihat secara langsung pembuatan jalur baru sebagai alternatif terputusnya jalan penghubung antara Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Cihurip, di Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut. (Dok. Diskominfo)

GARUT, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut bagian selatan pada Kamis malam 22 September 2022 mengakibatkan 20 desa di 5 kecamatan terdampak bencana banjir maupun tanah longsor.

Berdasarkan laporan sementara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, akibat bencana yang terjadi karena intensitas hujan tinggi dengan durasi yang lama ini, satu orang dikabarkan meninggal dunia, serta 1.666 KK (4.833 jiwa) ikut terdampak dengan adanya bencana ini.

Selain itu, berdasarkan hasil assesment tim BPBD Kabupaten Garut, sebanyak 1.644 rumah milik warga terdampak, di mana sebanyak 16 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 8 rumah rusak berat (RB), 4 rumah rusak sedang (RS), dan 4 rumah rusak ringan (RR).

Beberapa infrastruktur mulai dari jembatan, jalan, hingga lahan pertanian yang ada di 5 kecamatan terdampak juga mengalami kerusakan.

Adapun beberapa lokasi yang terdampak bencana yakni Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Cibalong, Pameungpeuk, dan Cisompet.

Untuk saat ini, ada beberapa kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh penyintas bencana seperti obat-obatan, sembako, makanan bayi, selimut, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Sabtu malam (24/9/2022), didampingi Camat Cihurip, Enjang, mengecek secara langsung kondisi terkini jalur penghubung Kecamatan Cihurip dengan Kecamatan Singajaya yang terputus akibat tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Jalan penghubung Kecamatan Singajaya dan Kecamatan Cihurip terputus sepanjang 35 meter," katanya di sela-sela peninjauan penghubung Kecamatan Cihurip dengan Kecamatan Singajaya, di Desa Girimukti, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.

Meski demikian, imbuh Wabup, jalur masih bisa dilewati karena sudah dibuat jalur baru di pinggir jalan yang terputus sepanjang 50 meter.

"Yang putus itu 35 meter (tapi) bisa ke pinggirnya, kepinggir bikin jalur baru sepanjang kurang lebih 50 meteran, dan ini inisiatif desa dan kecamatan sudah dibikin. Lebarnya kurang lebih 3 meter (sampai) 4 meter, tinggal dilebarkan saja, (kalau) dilebarkan mungkin bisa sampai 7 atau 10 meter, karena masih leluasa kepinggirnya," ujarnya. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar