Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diduga Dua Orang Pembunuh Bayaran

Selasa, 27 September 2022 17:11 WIB

Share
Mobil Alphard yang dipakai menyimpan dua jenazah Ibu dan Anak oleh pelaku pembunuhan di Jalancagak Subang. (Foto: Ist.)
Mobil Alphard yang dipakai menyimpan dua jenazah Ibu dan Anak oleh pelaku pembunuhan di Jalancagak Subang. (Foto: Ist.)

JAKARTA, POSKOTAJABAR

Sumber kepolisian di Mabes Polri mengabarkan bahwa Ibu dan anak Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) warga Subang, Jawa Barat, diduga dibunuh dua orang pembunuh bayaran. Identitas keduanya sudah diketahui.

Sementara otak dari pembunuhan itu diduga pengindap sebuah penyakit yang cukup bahaya yakni biporal yakni gangguan mental yang ditandai dengan perubahan yang drastis pada suasana hati. Penderita gangguan ini bisa merasa sangat bahagia kemudian berubah menjadi sangat sedih.

Sumber kepolisian di Mabes Polri menyebutkan, kronologis peristiwanya, kata sumber Poskota, dua pelaku datang ke rumah sambil mengetuk pintu. Yang membuka pertama adalah Amalia sehingga langsung dibantai. Saat itu, Ibu Tuti Suhartini yang mendengar keributan, lalu ke luar kamar. Oleh karena itu, sang ibu pun langsung dibantai.

Dari hasil forensik disebutkan bahwa Amelia meninggal setelah ibunya Tuti Suhartini. Sumber poskota menyebutkan bahwa Amelialah yang dibantai dulu.

Sumber itu mengatakan, awalnya kedua mayat korban yang ditumpuk di mobil Alphard akan dibawa keluar tetapi entah kenapa, kedua pelaku memilih pergi tanpa membawa mobil berisi tumpukan mayat.

 

Ihwal penangkapan para pelaku belum terkonfirmasi ke pihak berwenang yakni Humas Polda Jabar. Sumber itu mengatakan, polisi masih perlu mendalami. "Sabar dulu," kata sumber tersebut.

Seperti diketahui, 18 Agustus tahun 2021 terjadi kasus pembunuhan ibu dan anak yang menggegerkan di mana  Tuti Suhartini (55) dan anaknya Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di bagasi mobil Alphard dalam kondisi ditumpuk.


Polisi sudah memeriksa 121 orang saksi. Selain saksi, polisi juga memeriksa 216 item barang bukti di 10 TKP. Sejauh ini polisi masih belum berhasil mengungkap kasus tersebut. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar