Polisi Amankan Penyebar Video Pornografi, Ini Keterangan Kapolres Ciamis

Selasa, 27 September 2022 16:17 WIB

Share
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Muhammad Firmasnyah, dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB, dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (27/9/2022). (Kris)
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Muhammad Firmasnyah, dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB, dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (27/9/2022). (Kris)

CIAMIS, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Aparat kepolisian mengamankan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemkab Ciamis berinisial KR (51) karena menyebarluaskan video pornografi.

Video itu berisikan persetubuhan pelaku dengan korban yang menjadi pelapor di sebuah hotel di wilayah Majenang Jawa Tengah. Pelaku diamankan oleh Tim Satreskrim Polres Ciamis di wilayah Desa Bunter Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis.

"Tersangka KR (51) kami amankan atas dasar tindakan memproduksi dan menyebarluaskan rekaman video persetubuhan dirinya dengan pelapor. Video yang berdurasi 2 menit 50 detik di sebuah kamar hotel di wilayah Majenang Jawa Tengah," kata Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Muhammad Firmasnyah, dan Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB, dalam konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (27/9/2022).

Kapolres Ciamis menjelaskan, tersangka menyebarluaskan video tersebut lantaran sakit hati karena diputuskan oleh korban. KR dengan pelapor telah menjalin hubungan asmara gelap sejak 2016 hingga 2022.

"Motif tersangka diduga sakit hati kepada korban. Diduga antara korban dan pelaku ada jalinan asmara putus, sakit hati dan menyebarkan video. Keduanya sudah memiliki pasangan," katanya.

Atas perbuatan yang dilakukan KR, kata Kapolres Ciamis, tersangka dikenakan Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp.250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

Sementara terkait korban, menurut Kapolres, saat ini Polisi masih menindaklanjuti laporan dari korban salah satu pemeran video. Ini akan dilakukan evaluasi lebih lanjut apakah bisa dipidanakan.

"Korban sampai saat ini menindaklanjuti laporan dari korban salah satu pemeran video. Kami akan evaluasi lebih lanjut, juga bisa kami pidanakan. Karena memang bahan keterangan awal tidak ada niat dari korban untuk menyebarluaskan," ujarnya. (Kris)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar