Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Temui dan Serap Aspirasi AP2SI Jabar

Rabu, 28 September 2022 15:27 WIB

Share
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menemui sekaligus menyerap aspirasi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Jabar yang berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/9/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menemui sekaligus menyerap aspirasi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Jabar yang berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/9/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui sekaligus menyerap aspirasi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Jabar yang berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/9/2022).

Adapun salah satu aspirasi AP2SI Jabar yakni menuntut pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) tentang skema pembiayaan penetapan tata kelola tanah objek reforma agraria dan perhutanan sosial, serta jaminan harga pasar kepada petani.

Dalam pertemuan tersebut, Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menuturkan bahwa pihaknya terus berupaya agar perhutanan dan tanah sosial yang sudah diatur negara dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

"Banyak tanah-tanah di Jawa Barat terpantau tidak termanfaatkan dan itu sudah saya amati, ternyata dikuasai BUMN tetapi tidak dimanfaatkan," ucap Kang Emil, dalam rilis Humas Pemprov Jabar.

"Jangan sampai tanah-tanah di Jawa Barat menganggur, tidak jadi apa-apa. Lebih baik, dikelola petani dengan perjanjian sehingga terjadi produktivitas pertanian," imbuhnya.

Selain itu, AP2SI pun menyampaikan dukungannya terhadap program Petani Milenial selama program tersebut mampu memperluas tata kuasa, tata kelola, tata produksi, dan konsumsi masyarakat atas lahan pertanian.

"Petani Milenial kita 'kan dapat penghargaan nasional. Salah satu gagasan yang akan membantu penurunan inflasi. Makanya Jabar TPID-nya juara, terbaik," ucap Kang Emil. (van)***

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar