Bantu Masyarakat Hadapi Tekanan Inflasi, DKPP Kota Tasikmalaya Gelar Pangan Murah

Selasa, 8 November 2022 19:37 WIB

Share
Warga Kota Tasikmalaya berbelanja kebutuhan pokok di halaman Samsat Kota Tasikmalaya. (foto: Kris)
Warga Kota Tasikmalaya berbelanja kebutuhan pokok di halaman Samsat Kota Tasikmalaya. (foto: Kris)

TASIKMALAYA, JABAR.POSKOTA.CO.ID - Kepala Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Provinsi Jawa Barat atau Samsat Kota Tasikmalaya H Nanang Nurwasid membuka acara Pelaksanaan Pengendalian Inflasi melalui Gelar Pangan Murah (GPM).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) atau dikenal dengan Kantor Samsat Kota Tasikmalaya Jalan Ir Juanda Kota Tasikmalaya, Selasa (8/11/2022).

Nanang menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan gagasan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang juga dilaksanakan secara serentak di 34 tempat kantor Samsat di Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan pangan murah ini bertujuan untuk meringankan beban terutama para ibu rumah tangga ataupun keluarga dalam pengeluaran harian.

“Tapi bagaimana pun juga ini adalah kehendak daripada pemerintah untuk bisa menurunkan pengeluaran ibu-ibu setiap hari. Jadi nanti kalau harga telur Rp28 ribu, disini hanya Rp24 ribu," ucapnya.

Nanang juga menyampaikan, kegiatan GPM ini merupakan sebuah gagasan yang luar biasa mengingat sebelumnya seluruh gubernur dan bupati di Indonesia dipanggil oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian melalui zoom meeting dalam rangka membahas kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini terancam inflasi.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Tasikmalaya Adang Mulyana, menyampaikan bahwa dalam kegiatan pangan murah ini pihaknya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, dan Bank Indonesia, untuk menyelenggarakan gelar pangan murah secara serempak di seluruh Jawa Barat.

Adang Mulyana mengatakan, tujuan kegiatan ini salah satunya adalah sebagai upaya menekan inflasi terkait kenaikan harga BBM, yang sangat dirasakan sekali oleh para ibu rumah tangga khususnya di Kota Tasikmalaya.

“Tapi dengan gelar pangan murah ini mudah-mudahan bisa membantu, karena ini kami laksanakan di bawah harga pasar, jadi ada selisih kurang lebih itu Rp 2 ribu per komoditi, jadi kami melaksanakan gelar pangan murah ini dengan berbagai komoditi dari mulai beras, sayur-sayuran, daging, telur, itu semua harganya di bawah harga pasar,” tuturnya.

Salah seorang warga yang berbelanja, Maemun (40) asal kampung Sukamulya Kota Tasikmalaya mengungkapkan bahwa gelar pangan murah ini dirinya berbelanja beberapa kebutuhan pokok seperti sayuran, minyak, dan beras. Ia juga menilai bahwa harga pangan yang dijual dalam kegiatan ini cukup murah. (Kris)***

Komentar ditutup untuk berita ini.