Halaman Pendopo Pemkab Cianjur Dijadikan Rumah Sakit Darurat

Senin, 21 November 2022 17:47 WIB

Share
Halaman Pendopo Pemkab Cianjur dibangun rumah sakit darurat untuk penanganan korban gempa Cianjur. *(Foto : Ilustrasi)
Halaman Pendopo Pemkab Cianjur dibangun rumah sakit darurat untuk penanganan korban gempa Cianjur. *(Foto : Ilustrasi)

CIANJUR, JABAR.POSKOTA.CO.ID
Pemerintah Kabupaten Cianjur membuka rumah sakit darurat di halaman Pendopo Kabupaten Cianjur. Hal ini untuk membantu proses penanganan korban gempa yang terus menerus bertambah akibat gempa berkekuatan magnitudo 5,6 dengan kedalaman 10 km yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur, Senin 21 November 2022 siang.
“Penanganan pasien korban gempa belum sepenuhnya teratasi. Kami akan membuka rumah sakit darurat di halaman pendopo,”ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman yang diwawancarai sebuah televisi, Senin 21 November 2022 sore.  
Menurut Herman,  penanganan korban gempa belum bisa dilakukan optimal karena listrik di rumah sakit juga mati dan hanya mengandalkan genset.
Herman juga menyebutkan, pihaknya sangat memerlukan bantuan para dokter ahli bedah tulang. “Sebagian besar korban yang menderita luka itu rata-rata patah tulang, sehingga kami sangat memerlukan adanya bantuan para dokter ahli bedah tulang,” jelasnya,
Hal lain yang sangat darurat dibutuhkan adalah tenda darurat. “Banyak warga yang kehilangan rumah sehingga keberadaan tenda darurat sangat diperlukan,” ujar Herman. Sedangkan bantuan pangan, tentu sangat diperlukan sebagai tindakan darurat.
Korban Bertambah
Sementara itu, korban meninggal dunia terus bertambah. Saat ini dilaporkan korban meninggal dunia mencapai 56 korban. Satu jam sebelumnya korban dilaporkan sebanyak 46 orang meninggal dunia dan 700 orang terluka dan dirawat di beberapa rumah sakit Cianjur akibat gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 yang melanda wilayah Cianjur, Senin, 21 November 2022 siang. Jumlah koran jiwa diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyaknya daerah yang terputus kontak.
Menurut Herman, korban kemungkinan akan terus bertambah karena suara ambulan terus bergema sepanjang sore kemarin. “Bahkan bukan hanya ambulance, angkutan kota dan mobil-mobil pikap juga difungsikan untuk mengangkut korban,” ujar Herman.
Lebih jauh Bupati Cianjur juga menyebutkan, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan yang parah adalah daerah Cugenang. “Di wilayah itu banyak rumah dan sekolah yang rata dengan tanah. Selain itu ada juga jembatan yang terputus akibat gempa tersebut,”ujarnya.
Pemkab Cianjur, menurut Herman mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk penanganan pertama atas musibah gempa tersebut. “Kami turunkan semua potensi untuk penanganan pertama kondisi yang sangat darurat ini,”ujarnya.
Seperti diketahui,  gempa berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin siang. Gempa berpusat di darat sekitar 10 kilometer Barat Daya Kabupaten Cianjur atau 15 kilometer dari Kota Sukabumi.(Daffi)*

Editor: Dedy Suhaeri
Contributor: M. Daffi
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar