Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Keseimbangan Nilai Konservasi dan Ekonomi

Kamis, 24 November 2022 07:09 WIB

Share
Salah satu sisi hutan mangrove di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warga di Desa Tambakrejo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. (Foto : G. Ris)
Salah satu sisi hutan mangrove di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warga di Desa Tambakrejo Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. (Foto : G. Ris)

 

LIFE is a balance, between holding on and letting go.

Hidup adalah sebuah keseimbangan. Keseimbangan antara mempertahankan sesuatu dan melepas sesuatu. Begitu kata Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi kelahiran Balkh, sebuah daerah yang saat ini masuk dalam wilayah Samarkhan Uzbekistan.

Keseimbangan, kerap menjadi bahasan dalam semua bidang kehidupan. Ilmu Fisika membahas soal keseimbangan dalam Hukum Newton 3 yang terkenal dengan rumus f aksi = f reaksi  atau dalam bahasa singkatnya aksi sama dengan reaksi.

Ilmu Psikologi dan Komunikasi mengenal adanya Teori Keseimbangan Fritz Heider yang secara singkat diartikan bahwa manusia akan selalu berusaha mengembalikan keseimbangan suatu lingkungan bila terjadi ketidakseimbangan. Semua membicarakan soal keseimbangan.

Wujud dari teori keseimbangan di alam nyata akan Anda lihat dan nikmati ketika menjejakkan kaki di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Sebuah kawasan yang tidak hanya bertujuan sebagai kawasan konservasi namun juga bertindak sebagai wahana ekowisata dan juga edukasi.

Untuk mencapai kawasan CMC Tiga Warna, memang membutuhkan perjuangan yang cukup menguras energi. Berjarak sekitar 80 Km dari pusat Kota Malang ke arah selatan, ada dua jalur utama yang bisa dipilih untuk menuju CMC Tiga Warna.

Jalur pertama, dari Kota Malang Anda bisa memilih jalur ke Gadang - Batulawang - Gondanglegi - Bantur - Jalur Lintas Selatan (JLS) - Sendang Biru. Jalur pertama ini cenderung tidak terlalu banyak kelokan dan bisa menikmati JLS yang lebih panjang.

Namun ketika penulis berkunjung pada 23 November 2022, jalur ini dikabarkan dalam kondisi jalan banyak yang rusak dan tidak nyaman sebagai imbas pembangunan JLS Malang Selatan tahap II. Dengan demikian penulis memilih jalur kedua untuk mencapai CMC Tiga Warna.

Jalur kedua, dari pusat Kota Malang, melewati Gadang - Batulawang - Turen - Talok - Druju – Sitiarjo - Sendang Biru. Jalur kedua ini, lebar jalan tidak terlalu besar dengan medan naik turun dan curam serta kelokan yang tajam dihiasi rimbunnya pepohonan hutan. Perlu kemampuan tinggi dan pengenalan medan yang baik bagi pengendara yang melewati jalur kedua ini.

Halaman
Reporter: Dedy Suhaeri
Contributor: -
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar