CMC Tiga Warna, Lokasi Wisata yang Tidak Ingin Terlalu Banyak Dikunjungi Wisatawan

Kamis, 24 November 2022 07:17 WIB

Share
Lokasi wisata CMC Tiga Warna di Sendangbiru Kabupaten Malang menjadi lokasi wisata unik karena mereka membatasi jumlah pengunjung. Hal itu dilakukan agar keseimbangan nilai konservasi tidak terkalahkan oleh nilai ekonomi dari sebuah tempat wisata. (Foto : G Ris)*
Lokasi wisata CMC Tiga Warna di Sendangbiru Kabupaten Malang menjadi lokasi wisata unik karena mereka membatasi jumlah pengunjung. Hal itu dilakukan agar keseimbangan nilai konservasi tidak terkalahkan oleh nilai ekonomi dari sebuah tempat wisata. (Foto : G Ris)*

 

MENGELOLA  dan mengupayakan kembali ekosistem hutan mangrove di Kawasan Clungup Mangrove Conservation Tiga Warna tentu butuh biaya besar. Mengandalkan bantuan pihak luar tentu tidak menjamin keberlangsungan upaya konservasi yang dicita-citakan.

Apalagi melihat apa yang sudah dilakukan CMC Tiga Warna sejak maraknya penjarahan kayu hutan termasuk hutan Mangrove pada tahun 2005 lalu. “Sejak tahun 2005 hingga 2022 ini, dari kawasan hutan mangrove yang rusak seluas 81 hektare, saat ini sudah tertanami kembali seluas 77,7 hektare,” ujar Saptoyo.

Selain itu, CMC Tiga Warna juga mengupayakan adanya green belt dengan total luasan mencapai 96, 24 hektare. Green belt tersebut berlokasi di sisi barat sungai seluas 36,9 hektare dan sisi timur sungai seluas 59, 34 hektare.

“Saat ini yang terbaru, CMC Tiga Warna sedang membuat apa yang dinamakan marine protected area (MPA). “Rintisan kawasan konservasi MPA ini sebagai kawasan perlindungan terumbu karang dan biota laut seluas 10 hektare. Kami membuat batas MPA tersebut dan meminta warga nelayan tidak melakukan pencarian ikan di daerah MPA tersebut,”ujar Saptoyo.

Menurutnya, MPA akan memberikan area yang nyaman bagi biota laut termasuk ikan untuk berkembang. “Pada akhirnya, ketika populasi berkembang di daerah MPA, maka ikan-ikan akan tetap keluar dari MPA dan itu akan menguntungkan para nelayan,” jelas Saptoyo.

Salah satu sumber pemasukan untuk membiaya semua ikhtiar mulia CMC Tiga Warna adalah wisatawan yang datang ke kawasan CMC Tiga Warna.

Namun menurut Lia Putrinda, karena fokus kegiatan CMC Tiga Warna adalah konservasi, maka wisatawan yang menjadi targetnya pun bukan wisata pada umumnya tetapi wisatawan dengan minat khusus.

Perlakukan “khusus” diterapkan di kawasan ekowisata CMC Tiga Warna terhadap wisatawan. Salah satu perlakukan khusus adalah adanya pembatasan jam singgah di Pantai Tiga Warna. “Di Pantai Tiga Warna, wisatawan dibatasi maksimal berada di kawasan pantai selama 2 jam,” ujar Lia.

Menurut Lia, berdasarkan perhitungan pihaknya, menikmati keindahan terumbu karang di Pantai Tiga Warna, waktu dua jam sudah sangat cukup.

Halaman
Reporter: Dedy Suhaeri
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar