Tergolong Rawan Bencana Alam, Kabupaten Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan, Ini Kata Bupati

Senin, 28 November 2022 22:20 WIB

Share
Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. (Humas Pemkab Bandung)
Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. (Humas Pemkab Bandung)

JABAR.POSKOTA.CO.ID - Menjadi salah satu daerah yang tergolong rawan bencana alam, Kabupaten Bandung terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Terlebih kondisi curah hujan yang masih tinggi hingga beberapa bulan ke depan.

Terkait hal itu, sekitar 500 personel gabungan dari berbagai unsur melaksanakan apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi tingkat Kabupaten Bandung tahun 2022 di Dome Bale Rame Soreang, Senin (28/11/22).

Ratusan personel gabungan itu berasal dari jajaran TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait serta elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin langsung apel kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi tersebut.

Bupati yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan, apel kesiapsiagaan ini dalam upaya mempersiapkan diri bencana yang akan terjadi.

"Kenapa kita harus kesiapsiagaan, karena memang dalam BMKG juga sudah memprediksi, curah hujan di Jawa Barat mulai Agustus, September, Oktober, November 2022, dan menurut analisa pada Januari-Februari 2023 mendatang merupakan puncaknya," tutur Bupati, dalam keterangan yang dirilis dari laman resmi Pemkab Bandung.

"Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, artinya harus mempersiapkan kesiapsiagaan, sehingga hari ini sengaja digelar, supaya para OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kabupaten Bandung harus siap siaga dalam kondisi apapun," kata Dadang Supriatna seusai apel dilaksanakan.

Bupati juga mengungkapkan, bahwa saat ini ada wilayah Kabupaten Bandung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur yang dilanda bencana gempa bumi, makanya perlu ada kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

"Kesiapsiagaan ini bukan hanya acara apel yang digelar secara seremonial saja. Kesiapsiagaan ini tentunya harus bisa dilaksanakan, apabila terjadi suatu bencana. Tetapi kita mudah-mudahan dan berdoa kepada Allah SWT, bencana di Kabupaten Bandung tidak terjadi," katanya.

Bupati Bandung beserta jajaran OPD terus berusaha untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam longsor atau pergerakan tanah di Kabupaten Bandung. Ia pun turun langsung ke kawasan Kertasari, karena di wilayah tersebut ada bagian lahan yang longsor.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar