Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana Akan Menjalani Vaksinasi Covid-19

Jawa Barat —Senin, 1 Mar 2021 13:43
    Bagikan:  
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana Akan Menjalani Vaksinasi Covid-19
Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, akan menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (02/03/2021). (Aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG

Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, akan menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Bandung, Selasa (02/03/2021). Sebab, masa setelah ia terkena Covid-19 sudah lebih dari 3 bulan. Sebelumnya, Yana Mulyana mengumumkan positif Covid-19, Senin, 23 Maret 2020, lalu. 

Selain Yana, sejumlah pejabat publik, ASN hingga rektor di Kota Bandung, besok juga akan menjalani vaksinasi Corona. Para pejabat Pemkot Bandung dan para Kepala Dinas serta organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan divaksinasi.

"Insya Allah besok di Balai Kota akan dilakukan vaksinasi kepada pejabat publik, ASN, rektor, dan Insya Allah saya terdaftar ikut, karena sudah lebih tiga bulan sebagai penyintas," kata Yana di Balai Kota Bandung, Senin (01/03/2021).

Dia mengaku yakin untuk menjalani vaksinasi Covid-19 karena sebagian besar penerima vaksin tidak mengalami gejala hingga gangguan kesehatan. Yana menyebut, dirinya siap divaksinisasi.

"Siap, Insya Allah. Waktu itu, saya ikut pelaksanaan vaksinasi. Saya tanya dampaknya kepada yang divaksinisasi. Ternyata relatif tidak ada gejala apa-apa. Saya sudah dikonfirmasi, saya terdaftar. Para kadis, rektor dan beberapa penjabat juga," jelas Yana.

Yana menambahkan, data ini langsung dikeluarkan dari Kemenkes. "Ini jatah dari Kemenkes, saya ikut saja. Insya Allah semuanya akan lancar dan baik-baik saja," tuturnya

BACA JUGA:  KPK Kembali Memeriksa Lima Orang Saksi dalam Kasus Walikota Cimahi Non-Aktif Ajay Mochamad Priatna

Sekedar informasi, Yana mengumumkan positif Covid-19, Senin, 23 Maret Tahun 2020 lalu. Setelah menjalani serangkaian perawatan, dia akhirnya mengumumkan sembuh dari Covid-19 pada 27 Maret 2020.

5 Poin Menangani Covid-19

Menurut Yana, ada beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi dalam menangani pandemi Covid-19. Pertama, kebijakan yang terpusat. Covid-19 adalah bencana nasional sehingga negara harus tampil sebagai motor.

“Kebijakan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat yang lebih bawah harus satu warna. Dengan catatan, di sana masih ada peluang untuk berinisiatif tergantung dari kondisi masing–masing daerah,” terangnya.

Kedua, kepemimpinan yang kuat. Dalam situasi yang serba tidak pasti dan tidak menentu ini, sosok seorang pemimpin sangatlah vital. “Pemimpin harus menjadi teladan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketiga, kolaborasi. Menurutnya, pandemi covid-19 telah menimbulkan krisis multidimensi, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan dari satu aspek saja, dan perlu banyak pihak terlibat. “Kordinasi tentunya menjadi modal utama, dan dalam kolaborasi akan selalu ada inovasi,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Jabar Mengalami Penurunan dalam Kasus Positif Covid-19, Berada di Posisi Kedua

Keempat, sumber daya mulai dari manusianya, sarana dan prasarana, hingga sumber dana. “Terakhir, strategi komunikasi publik yang baik. Di era pandemi ini kita juga mengenal istilah infodemi, sebuah kondisi di mana informasi membanjiri ruang-ruang pembicaraan masyarakat tanpa kita tahu mana informasi yang benar dan salah,” terangnya.

Dengan demikian, untuk melawan misinformasi, disinformasi, dan hoaks yang berkembang di masyarakat, memerlukan strategi komunikasi yang efektif dan tepat sasaran.“Dengan komunikasi publik yang bagus, sosialisasi dan edukasi tentunya dapat dilakukan dengan lebih ringan,” tuturnya. (Aris)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait