Hari Pertama Kerja, Bupati Indramayu Nina Agustina Sidak Dua Kantor Kecamatan

Jawa Barat —Senin, 1 Mar 2021 19:39
    Bagikan:  
Hari Pertama Kerja, Bupati Indramayu Nina Agustina Sidak Dua Kantor Kecamatan
Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, bersama Kadinkes Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara, melihat warganya yang sakit dievakuasi mobil ambulan menuju ke rumah sakit. (Yan)


POSKOTAJABAR, INDRAMAYU.

Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina Da’i Bachtiar, pada hari pertama kerja Senin (01/03/2021) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Kecamatan Indramayu dan Kantor Kecamatan Losarang, untuk mengetahui kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pusat pelayanan terpadu masyarakat.

Saat sidak di kantor Kecamatan Indramayu, Bupati Nina masih menemukan tulisan Indramayu Remaja dengan Visi Misi Pemerintah Daerah yang dahulu. Ia minta untuk mengganti menjadi Indramayu Bermartabat, sesuai Visi Misi Pemerintahan yang dipimpinnya.

Sidak di dua kantor camat itu, guna memastikan disiplin menaati jam kerja dan disiplin pelayanan. “Kita menegur kondisi kebersihan kantor dan kerapihan berpakaian. ASN itu harus mengenakan atribut yang sesuai. Masyarakat bukan takut pada orangnya. Tapi melihat seragamnya. Jadi, mereka menghargai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Beserta Setwan Kabupaten Cianjur Disuntik Vaksin Covid-19

Bupati Nina Agustina juga meminta pemerintah kecamatan mengganti warna cat pada Kantor Camat menjadi warna putih, karena merupakan warna netral dan tidak identik dengan salah satu warna partai politik tertentu.

Di Kecamatan Losarang, Bupati Nina memantau disiplin pegawai meliputi absensi masuk dan pulang kerja dan disiplin pelayanan masyarakat. Sidak dilakukan untuk memastikan kedisiplinan ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010.

"Pada masa pandemi Covid-19, seluruh Perangkat Desa dan Perangkat Kecamatan harus aktif melakukan pelayanan, karena kinerja ASN kadang mendapat sorotan dari masyarakat karena kinerjanya yang lamban, tidak disiplin. Itu tidak boleh terjadi," katanya.  

BACA JUGA:  BPKD Kota Sukabumi Menargetkan PAD dari Sektor Pajak Tahun 2021 Bisa Mencapai Rp 46 Miliar

Dikatakan, sidak yang dilakukan  sebagai bentuk kontrol dan monitoring kepada seluruh ASN sebagai pelayan dan abdi masyarakat. "Semua harus kami pastikan, bahwa pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan mengacu pada protokol kesehatan,” ungkapnya. (Yan)


Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait