Februari 2021, IHK Tujuh Kota di Jawa Barat Mengalami Kenaikan, Inflasi 0,19 Persen

Jawa Barat —Senin, 1 Mar 2021 20:05
    Bagikan:  
Februari 2021, IHK Tujuh Kota di Jawa Barat Mengalami Kenaikan, Inflasi 0,19 Persen
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardani, memberikan penjelasan secara virtual. (Aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dyah Anugrah Kuswardani, mengatakan, Indek Harga Konsumen (IHK) atau inflasi gabungan tujuh kota di Jawa Barat, per Februari 2021, mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. Tertinggi Kota Bogor dan terendah Tasikmalaya. 

"Dari 106,92 menjadi 107,12 atau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen," kata Dyah Anugrah Kuswardani dalam berita resmi statistik yang disiarkan via youtube, Senin (01/03/2021). 

Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar adalah Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dengan andil inflasi sebesar 0,0824 persen.
Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi dan memberikan andil inflasi terbesar adalah tarif jalan tol.

BACA JUGA:  Hari Pertama Kerja, Bupati Indramayu Nina Agustina Sidak Dua Kantor Kecamatan 

Tujuh kota IHK di Jawa Barat, mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi Kota Bogor sebesar 0,24 persen. Sedangkan, inflasi terendah di Kota Tasikmalaya sebesar 0,02 persen. 

NTP
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP), sebagai salah satu proxy indikator kesejahteraan petani di Jabar pada Februari 2021 sebesar 99,85 mengalami penurunan sebesar 0,21 persen. 

Menurut Dyah, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jabar mengalami penurunan sebesar 0,31 persen dengan capaian indeks sebesar 100,38. Adapun, subsektor yang mengalami penurunan NTP maupun NTUP antara lain subsektor tanaman pangan, subsektor tanaman perkebunan rakyat, dan subsektor peternakan. 

TPK  

Selain itu, lanjut Dyah, Tingkat Penghunian Kamar (TPK), hotel di Jabar kondisi Januari 2021 sebesar 26,68 persen. "Mengalami penurunan 12,12 poin dibandingkan Desember 2020," terangnya. 


Menurut klasifikasi hotel, TPK hotel bintang sebesar 29,16 persen turun 16,06 poin. Sedangkan TPK hotel nonbintang sebesar 18,89 persen mengalami penurunan 1,07 poin. Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara tercatat melalui Bandara Husein Satranegara dan Pelabuhan Muarajati sebanyak 169 orang.

"Mengalami kenaikan 56,48 persen dibandingkan Desember 2020," tuturnya. (Aris)

 
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait