Karena Menciptakan Permainan Monopoli, Seorang Pengangguran Ini Akhirnya Jadi Kaya Raya

Gaya Hidup —Selasa, 2 Mar 2021 10:21
    Bagikan:  
Karena Menciptakan Permainan Monopoli, Seorang Pengangguran Ini Akhirnya Jadi Kaya Raya
(Foto: Pinterest.com)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Pada saat masih kecil, kita tentu sudah akrab dengan permainan Monopoli. Terutama jika kita adalah anak yang tumbuh dan besar pada era tahun 90-an tentu sudah akrab dengan permainan ini.

Melakukan permainan ini menjadi aktivitas menyenangkan untuk menghabiskan waktu. Permainan ini tak hanya melemparkan dadu dan kemudian berjalan mengelilingi papan sesuai angka yang dihasilkan dari lemparan dadu.

Lebih dari itu, jika kita sampai pada kotak tertentu, kita bisa membeli kotak sesuai dengan harga yang ada. Monopoli sendiri merupakan sebuah permainan legendaris yang mengajarkan pemainnya akan sistem pembelian, penyewaan, dan penukaran properti.

BACA JUGA: Wartono Tewas Setelah Menghirup Gas Beracun di dalam Sumur

Pada tahun 1935, tepatnya pada tanggal 5 November Parker Brothers—perusahan mainan di Amerika Serikat—mulai memproduksi permainan Monopoli ini secara massal dan dengan cepat meraup untung yang tak sedikit, serta membuat “penciptanya”, Charles Darrow, menjadi kaya raya.

Tiga tahun sebelumnya, pada pengujung tahun 1932, seperti dipublikasikan Guardian, Charles Darrow pada awalnya mengenal permainan papan ini dari pengusaha Philadelphia, Charles Todd dan Olive, istrinya. Mereka menjalankan permainan melempar dadu, membeli properti, dan lain-lain.

Beberapa bulan kemudian, pada 7 Maret 1933, Charles Darrow pun berhasil menciptakan permainan Monopoli. Permainan ini tidak memiliki nama resmi, tidak dijual dalam kemasan, dan hanya disebarkan lewat jaringan pertemanan. Namun semua orang menyebutnya “Monopoli”.

BACA JUGA: PLN Segera Salurkan Stimulus Listrik Subsidi dari Pemerintah, Begini Cara Mendapatkannya

Suatu hari, Darrow, yang menganggur dan membutuhkan uang untuk membantu keluarganya, meminta salinan tertulis permainan tersebut pada Charles Todd. Namun Todd tidak bisa memenuhinya, karena ia tak pernah menuliskannya. Darrow pun tak patah arang, ia mencoba memodifikasi permainan tersebut.

Hari-hari Darrow di masa menganggur digambarkan Mary Bellis yang ia kutip dari The Monopoly Book: Strategy and Tactics of the World’s Most Popular Game (1974) karya Maxine Brady:

“Pengangguran yang tinggal di Germantown, Pennsylvania. Dia sedang berjuang dengan pekerjaan serampangan untuk mendukung keluarganya di tahun-tahun setelah jatuhnya pasar saham pada 1929. Darrow teringat akan musim panasnya di Atlantic City, New Jersey yang menghabiskan waktu luangnya dengan luntang-lantung di jalan-jalan.”

Darrow kemudian menjual hasil modifikasinya kepada Parker Brothers dan ia segera dipayungi dewi fortuna. “Temuannya” disukai banyak orang. Monopoli pun banyak dimainkan anak-anak dan orang-orang dewasa.

Kesuksesan Darrow ini pun berhasil meraup keuntungan dari penjualan dan royalti memancing seorang wartawan untuk bertanya ihwal bagaimana ia berhasil menemukan Monopoli.

BACA JUGA: Kabar Gembira untuk Kamu yang Mau Kuliah, Ini Daftar Tempat Kuliah Gratis dan Sekolah Ikatan Dinas 2021

“Ini aneh,” ungkap Darrow kepada Germantown Bulletin seperti dikutip Guardian.

“Sepenuhnya tak terduga dan tidak masuk akal,” ia menambahkan.

Hingga akhirnya, konsep permainan ini terus dikembangkan oleh Darrow dan mulai memperkenalkan, mempatenkan, dan menjualnya ke sebuah produsen permainan bernama Parker Brothers.

Konsep Monopoli ini pun semakin dikembangkan dengan inovasi yang lebih mumpuni, tak sekedar sistem jual-beli. Secara keseluruhan, permainan yang dibawa Charles Darrow ke Parker Brothers kini telah terjual ratusan juta kopi di seluruh dunia, dan ia menerima royalti sepanjang hidupnya.

Dalam berbagai buku dan pemberitaan, Darrow kemudian menjadi mitos sebagai si penemu Monopoli. Tapi kemudian terungkap bahwa Monopoli adalah modifikasi dari sebuah permainan yang diciptakan Elisabaeth Maggie atau Lizzie pada 1903 di Washington DC.

BACA JUGA: Usai Tinjau Vaksinasi Massal, Jokowi Resmikan Kereta Rel Listrik Yogyakarta - Solo

Lizzie, yang lahir pada 1866, adalah seorang perempuan progresif yang banyak menentang norma-norma dan kebijakan politik pada masanya. Ia sempat mengiklankan diri di koran sebagai seorang “budak perempuan muda Amerika” untuk dijual kepada penawar tertinggi. Sikapnya ini dimaksudkan untuk menggugat pandangan masyarakat terhadap perempuan yang kerap dipandang berada di bawah laki-laki.

Pada Januari 1936, Lizzie memberikan keterangan kepada Washington Post dan Washington Evening Star. Dia marah, sakit hati, dan merasa kecewa kepada perusahaan yang telah mencuri idenya yang sekarang menjadi laris di pasaran.

Parker Brothers mungkin memiliki hak atas "The Landlord's Game" miliknya yang dipatenkan pada 1924. Namun, perusahaan itu tak menceritakan konsep dari permainan Monopoli yang telah dikembangkan. Kasus permainan ini berkepanjangan, hingga sampai ke meja hijau berkaitan mengenai hak paten dari permainan itu.

Pada 1973, permainan  Anti-Monopoli dirilis oleh kelompok yang pro dengan Lizzie. Parker Brothers menuntut kelompok tersebut. Namun, saat itulah terungkap siapa sesungguhnya yang menciptakan permainan papan yang lebih dikenal dengan nama Monopoli. Meski demikian, sampai saat ini permainan ini masih bisa ditemukan dan banyak dimainkan oleh beberapa kalangan terlepas dari kasusnya yang berkepanjangan. (ES)

BACA JUGA: Karena Menciptakan Permainan Monopoli, Seorang Pengangguran Ini Akhirnya Jadi Kaya Raya

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait