Setelah Divaksin, Wakil Walikota Bandung Merasa Pegal, Ngantuk dan Lapar

Jawa Barat —Selasa, 2 Mar 2021 13:10
    Bagikan:  
Setelah Divaksin, Wakil Walikota Bandung Merasa Pegal, Ngantuk dan Lapar
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana disuntik vaksin sinovac di Balai Kota Bandung Jl Wastu Kencana, Selasa (2/3/2021). (foto:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan disuntik vaksin Sinovac rasanya seperti digigit semut, setelah sepuluh menit mulai terasa pegal dan ngantuk serta lapar.

Yana datang ke Balai Kota Selasa pukul 08.30 WIB. Setelah mendapatkan panggilan penyintas Covid-19 (Maret 2020), langsung melakukan pengecekan kesehatan. Cek kesehatan dilakukan untuk mengetahui tensi darah dan kadar gula yang ada di tubuhnya, setelah itu Yana langsung bergegas ke bilik vaksinasi.

"Alhamdulillah," kata Yana usai vaksinasi, Balai Kota, Bandung, Selasa (02/30/2021).

Setelah disuntuk, Yana harus menunggu selama 30 menit untuk melihat muncul tidaknya gejala pasca disuntik vaksin Sinovac.

BACA JUGA : Hari Pertama Kerja, Jeje Wiradinata Ajak Eselon II Fokus pada Tugas Jangan Berpikir Soal Mutasi


Seperti Digit Semut

 Yana menuturkan, 10 menit usai disuntik vaksin dia merasa pegal dan ngantuk. Namun hal tersebut, menurutnya biasa.

"Tadi proses biasa registrasi, dicek tensi darah, gula darah, riwayat kesehatan selama dua minggu terakhir."

"Disuntik, rasanya sama seperti digigit semut, tapi yang saya rasakan setelah 10 menit pegal dan agak ngantuk," ungkapnya.

Yana merasa ngantuk, padahal dirinya sudah mengikuti anjuran Kadinkes agar tidur dan beristirahat cukup.

"Saya sudah dibilangin sama Bu Kadis jangan kurang tidur, sarapan dulu, tapi enggak tahu," ujarnya.

Selain pegal dan ngantuk, dia juga merasa lapar setelah divaksinasi. "Kok jadi lapar ya dok," katanya kepada Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara --yang mendampinginya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BACA JUGA : Wartono Tewas Setelah Menghirup Gas Beracun di dalam Sumur

 

Tidak Langsung Membuat Tubuh Kebal

Dia menyatakan akan tetap menerapkan protokol kesehatan usai menjalani vaksinasi. Karena menurutnya vaksinasi tidak langsung membuat tubuhnya kebal.

"Aktivitas biasa, boleh (keluar kota) tapi jangan berlebihan, vaksin inikan bukan kita langsung kebal tapi menjaga kekebalan kelompok," pungkasnya. Sebagai penyintas Yana diperbolehkan dilakukan vaksinasi karena kekebalan tubuh dinilai sudah menurun setelah tiga bulan.

Sekedar diketahui, Yana mengumumkan positif Covid-19, Senin, 23 Maret Tahun 2020 lalu. Setelah menjalani serangkaian perawatan dia akhirnya mengumumkan sembuh dari Covid-19 pada 27 Maret 2020. (Aris)

BACA JUGA : Setelah Divaksin, Wakil Walikota Bandung Merasa Pegal, Ngantuk dan Lapar

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait