Sempat Deg-degan, Ade Supriadi Mengaku Tak Merasakan Efek Samping Usai Divaksin

Jawa Barat —Selasa, 2 Mar 2021 13:50
    Bagikan:  
Sempat Deg-degan, Ade Supriadi Mengaku Tak Merasakan Efek Samping Usai Divaksin
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi divaksin di Balai Kota, Selasa (02/03/2021). (fot:aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.
Puluhan wakil rakyat  tampak antusias hadir pada penyuntikan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Balai Kota Bandung, Selasa, (02/03/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi mengaku tak merasakan efek samping yang berdampak negatif pada kondisi tubuhnya setelah divaksin. Padahal sebelum disuntik merasa deg-degan. Setelah menunggu lebih dari 30 menit, Ade Supriadi mengaku dia justru merasa badannya semakin bugar.

"Sesudahnya memang bagus ke badan ada terasa dan saya ada percaya diri. Ternyata vaksin ini benar-benar sehat ke badan, padahal ini sudah hampir sejam. Walaupun tadi katanya sudah disuntik tunggu 30 menit," ungkapnya.

Politikus partai Gerindra ini, tidak memungkiri apabila sebelum divaksin sedikit merasa 'deg-degan'. Namun akhirnya membulatkan tekad untuk berani divaksin, dengan motivasi tinggi ingin tetap sehat selama menghadapi pandemi Covid-19.

"Karena memang saya ingin sehat. Apa pun bentuknya, dengan vaksin ini menjadi imun yang kuat," tegasnya.

BACA JUGA : Wartono Tewas Setelah Menghirup Gas Beracun di dalam Sumur

 

Jangan Alergi dengan Vaksinasi

Untuk itu, Ade menyerukan kepada masyarakat Kota Bandung agar jangan alergi dengan vaksinasi. Program ini menurutnya sangat bagus untuk menjaga kesehatan. Bahkan, selain itu juga secara psikologis juga lebih kuat karena menambah percaya diri.

"Marilah sama-sama kita dukung program pemerintah. Niat pemerintah baik, demi kesehatan masyraakatnya. Makanya dengan vaksin ini sehingga kita menjadi orang yang sehat, tidak ketakutan dengan penyakit dan bisa bebas dari pandemi," ungkapnya.

Meski begitu, Ade tetap mengimbau apabila masyarakat yang sudah divaksin tetap disiplin protokol kesehatan.

"Kalau protokol kesehatan itu tiada henti, jadi sampai akhir zaman prokes dijaga demi kesehatan. Jangan karena tidak ada pandemi jadi lengah. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Demi kita juga. Karena itu sudah jadi makanan pokok istilahnya," pungkasnya.(Aris) 


BACA JUGA : Sempat Deg-degan, Ade Supriadi Mengaku Tak Merasakan Efek Samping Usai Divaksin

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait