Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Bandung Relatif Stabil, Pemantauan Disdagin Kota Bandung

Jawa Barat —Selasa, 2 Mar 2021 19:41
    Bagikan:  
Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tradisional Bandung Relatif Stabil, Pemantauan Disdagin Kota Bandung
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa. (Humas Pemkot Bandung)
POSKOTAJABAR, BANDUNG. 

Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Bandung masih relatif stabil. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung sepanjang bulan Februari.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, menuturkan, dari pemantauan ke sejumlah pasar tradisional harga sejumlah komoditas masih normal.

Sebagai contoh, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp. 30.000 - Rp. 35.000 per kg. Sedangkan, harga bawang putih sekitar Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000 per kg.

Harga daging sapi yang sempat naik kini sudah kembali normal. Saat ini, berkisar antara Rp.120.000 - Rp.125.000 per kg. "Ada pun yang melebihi harga tersebut kemungkinan kualitas dagingnya yang sangat bagus,” jelas Meiwan di Balai Kota Bandung, Selasa (02/03/2021). 


Sedangkan harga daging ayam antara Rp.35.000 - Rp. 36.000 per kg. Sedangkan telur ayam berada di harga Rp. 23.000 - Rp. 25.000. "Sedangkan gula pasir di harga sekitar Rp13 ribu,” kata Meiwan.

Kendati demikian, ia mengatakan, ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan yakni cabe merah tanjung dan cabe rawit merah. Pada minggu ketiga dan keempat Februari 2021 lalu, cabai merah tanjung mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp. 53 ribuan per kg. Sedangkan harga cabai rawit merah melonjak menjadi kisaran Rp. 90.000 - Rp.110.000 per kg.

“Terutama, cabe rawit merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Di bulan Januari itu harganya Rp. 85.000 - Rp. 90.000 per kg, Kemudian,  di akhir  Februari mengalami kenaikan menjadi Rp. 110.000 per kg,” ungkap Meiwan.

Selain data pemantauan, Meiwan menambahkan penentuan harga tersebut juga didasari ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 mengenai harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen. “Namun, berdasarkan aturan tersebut harga acuan cabe-cabean tidak ditentukan,” tutur Meiwan. 


Meiwan menjelaskan, dengan ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok yang ada, dibandingkan harga komoditas saat pandemi, tidak mengalami banyak perubahan kenaikan harga. 

Selain itu, untuk menjaga ketersediaan komoditas pihaknya melakukan kerja sama dengan distributor dan toko modern,  untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjamin. (nst)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait