Ridwan Kamil, "Vaksin Anhui Siap Diluncurkan, untuk Memenuhi Jumlah Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Terbatas"

Jawa Barat —Rabu, 3 Mar 2021 17:30
    Bagikan:  
Ridwan Kamil,
Vaksin Sinovac yang dimiliki Indonesia sangat terbatas. (Ist)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mengatakan, jumlah vaksin di Indonesia sangat terbatas. Untuk itu, upaya membuat serum Covid-19 produksi dalam negeri harus didukung. Mengingat, tidak semua negara bisa membeli, meski punya kemampuan finansial baik. Namun, seiring perjalanan waktu masalah ketersediaan vaksin ini bisa dicukupi, salah satunya dengan meluncurkan vaksin Anhui.

"Contoh, untuk tahap kedua, untuk lansia dan profesi-profesi yang berinteraksi dengan publik. Kami minta 6 juta, teregistrasi. Tetapi, karena keterbatasan, kami hanya diberi 1,2 juta," kataRidwan Kamil, Rabu (03/03/2021).

Oleh karena itu, kata Emil --panggilan karib dari Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan menghitung dari 6 juta pendaftar vaksinasi mana yang harus diprioritaskan. "Prioritas dari skala mobilitasnya," terang Emil.

BACA JUGA:  Gubernur Jabar Meminta Unpad Meneliti dan Melacak Varian Baru Virus Corona

Emil berharap, seiring perjalanan waktu masalah ketersediaan vaksin ini bisa dicukupi, salah satunya dengan vaksin Anhui. Soal vaksin Anhui, kata Emil, butuh waktu kira-kira 6 bulan untuk penelitiannya, dari mulai hari ini. "Untuk berakhir dengan sukses. Nanti diumumkan oleh BP POM," tuturnya.

Harapan Emil, di akhir tahun 2021, Indonesia berlimpah produksi Vaksin Anhui ini, untuk melengkapi kekurangan kekurangan yang tersedia dan diharapkan bisa lancar. Testing untuk vaksin Anhui berbeda dengan Sinovac, akan dilakukan di enam rumah sakit (RS).

"Kalau dulu ada di Puskesmas-puskesmas. Karena ada keterbatasan, kita putuskan di beberapa rumah sakit yang sudah siap, khususnya yang paling besar ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin," ungkapnya.

BACA JUGA:  Papan Reklame Milik Bank BJB di Tasikmalaya Roboh Menimpa Tiga Kendaraan yang Sedang Parkir
 
Metoda penelitian uji vaksin Anhui, terang Emil, diambil dari protein spike (yang berbentuk seperti paku-paku yang menancap pada permukaan) virus SARS-CoV. Efektivitasnya pembentukan antibodi dinilai bisa lebih tinggi.

"(Penelitian) sudah proses tes ketiga. Relawan (yang dibutuhkan) 2000-an orang sudah dimulai (dibuka pendaftaran). Sebuah vaksin anti Covid-19 datang dengan brand Anhui menggunakan metoda berbeda, tapi tujuannya sama," jelas Emil. (Aris)



Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait