Rutin Terdapat Temuan BPK, Bupati Jeje Wiradinata Akan Evaluasi Dinas PUTRPRKP Pangandaran

Jawa Barat —Kamis, 4 Mar 2021 15:12
    Bagikan:  
Rutin Terdapat Temuan BPK, Bupati Jeje Wiradinata Akan Evaluasi Dinas PUTRPRKP Pangandaran
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, akan melakukan evaluasi terhadap Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran. (dry)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, akan melakukan evaluasi terhadap Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran. Alasanya, DPUTRPRKP Pangandaran merupakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang rutin terdapat temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, setiap tahunnya.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menegaskan, bahwa pihaknga akan melakukan evaluasi hingga teknis terkait banyaknya kegiatan yang menjadi temuan BPK RI terutama di Dinas PUTRPRKP. "Sewaktu saya menjabat Bupati Pangandaran pada periode pertama sampai sekarang,  temuannya sama, itu-itu saja," ujarnya kepada wartawan.


Jeje mengatakan, evaluasi akan dilakukan secara mendalam dan membuat fakta integritas bagi pejabat, agar dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dilandasi tanggung jawab. "Jika setelah hasil evaluasi masih saja terjadi temuan dengan objek yang sama, maka akan saya copot pejabat tersebut dari jabatannya," tegasnya.

Padahal, sambung Jeje, di setiap kegiatan ada Rencana Anggaran Biaya (RAB), akan tetapi kesannya para OPD seperti yang tidak pernah melihat (RAB). Sehingga, terus-terusan menjadi temuan BPK RI setiap tahun. "Kekurangan volume pekerjaan tersebut pun beragam, mulai dari jutaan rupiah, bahkan ada yang sampai ratusan juta rupiah," ucapnya.

Jeje menyebutkan, pada dokumen ikhtisar hasil pemeriksaan kepatuhan atas belanja modal barang/jasa tahun 2020, ada 30 kegiatan yang dinyatakan kekurangan volume atau lebih pembayaran. "Bahkan, beberapa diantaranya ada yang dinyatakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis," tutur Jeje.


Jeje berharap, bahwa dinas seharusnya belajar selama lima tahun kebelakang, dalam setiap membuat perencanaan kerja. "Seharusnya, mereka belajar dari tahun yang sebelumnya," tuturnya. (dry)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait