Setahun Covid-19, Pengangguran Kota Bandung Naik yang Didominasi Anak SMA dan SMK

Jawa Barat —Jumat, 5 Mar 2021 06:52
    Bagikan:  
Setahun Covid-19, Pengangguran Kota Bandung Naik yang Didominasi Anak SMA dan SMK
Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Marsana. (Aris)

POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat ada peningkatan jumlah pengangguran akibat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020. Kenaikannya mencapai tiga persen. Yaang banyak menganggur didominasi pria pada rentang pendidikan SMA dan SMK. 

Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Marsana, mengatakan, berdasarkan sumber dari BPS, tingkat pengangguran terbuka tahun 2019 ada di angka 105.067. "Dalam satu tahun pandemi, menjadi 147.081 orang," kata Marsana di Taman Dewi Sartika, Jalan Merdeka. 

Marsana mengungkapkan, dari data tersebut, mayoritas pengganguran didominasi tenaga kerja pria. Mereka rata-rata berada di jenjang pendidikan SMA atau SMK. "Untuk tingkat pengangguran lebih banyak didominasi laki-laki ada 92.013 orang dan wanita ada 55.068 orang, yang paling signifikan SMA sederajat," ungkapnya. 

BACA JUGA:  DPRD Pangandaran Minta DPUTRPRKP Kembalikan Kelebihan Pembayaran Proyek

Marsana menuturkan, pandemi Covid-19 membuat ruang usaha dan kesempatan semakin sempit. Hal itu berdampak pada melonjaknya angka pengangguran di Kota Bandung. 

"Masalah besar karena pandemi yang berdampak pada pelemahan ekonomi, bahkan sampai krisis, baik di tingkat nasional atau daerah. Ini berdampak secara sosial pada tingkat pengangguran cukup tinggi, akibat dari terjadinya gelombang PHK cukup besar dan banyak karyawaan dirumahka. Sampai sekarang juga banyak yang dirumahkan," tuturnya. 

Meski begitu, Marsana menilai, peluang dan ruang usaha maupun kerja masih terbuka lebar. Ia menilai, di masa pandemi, cara berpikir masyarakat harus bisa beradaptasi agar dapat menciptakan atau memiliki peluang kerja baru. 

BACA JUGA:  Syihabudin : Vaksinasi Covid-19 untuk Kebaikan dan Kesehatan Bersama

"Masyarakat harus mulai berubah mindset yang dulu banyak mencari kerja, sekarang juga harus berani membuat inovasi. Bahkan, berani membuka lapangan usaha sendiri. Memang ada peluang kerja terbuka, seperti tenaga marketing dan tenaga yang kaitannya dengan teknologi informasi, transportasi, dan ekspedisi," tandasnya.‎ (Aris)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait