Kunjungi Keluarga Sodikin, Bupati Jeje Ucapkan Belangsungkawa dan Siap Urus Klaim Asuransi Jiwa

Jawa Barat —Jumat, 5 Mar 2021 23:10
    Bagikan:  
Kunjungi Keluarga Sodikin, Bupati Jeje Ucapkan Belangsungkawa dan Siap Urus Klaim Asuransi Jiwa
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat diwawancarai wartawan disela-sela kunjungannya kerumah keluarga Sodikin di Dusun Bojongkarekes Rt 04/15 Desa Babakan. Jumat 05/03/2021 (foto: ist)
POSKOTAJABAR,PANGANDARAN. 
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyempatkan diri mengunjungi keluarga Sodikin (62) di Dusun Bojongkarekes RT 04/15 Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (05/03/2021) sore.

Sodikin (62) ditemukan tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa pada saat menyadap nira, Kamis (04/03/2021) sekitar pukul 07.30 WIB.

Pada kesempatan tersebut Jeje Wiradinata menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sodikin dan keluarganya tetap tabah.

Jeje mengaku, dirinya baru 5 hari dilantik dan bekerja sebagai Bupati. Kendati demikian dirinya akan segera mengurus perihal klaim asuransi BPJS ketenagakerjaan milik Sodikin yang dikabarkan belum bisa dicairkan.

“Nanti saya fokus untuk mengurus klaim asuransi bagi penderes, salah satunya asuransi Sodikin karena itu janji kampanye kita dan akan segera ditepati," ujarnya kepada wartawan, Jumat (05/03/2021).



Klaim Asuransi Sodikin

Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Pangandaran itu langsung meminta dan membawa berkas-berkas klaim asuransi Sodikin dari pihak keluarga.  “Sinikan berkasnya, nanti saya yang urus,” ucapnya.

Jeje mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak Dinas Pertanian dan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk mengurus klaim asuransi jiwa Sodikin. “Besok akan saya panggil dan ini berkasnya sudah saya bawa,” katanya.

Jeje menegaskan, pemerintah daerah harus memperhatikan para penderes nira kelapa ini karena sektor usaha tersebut menjadi penopang perekonomian masyarakat Pangandaran yang cukup strategis.

“Aktivitas ekonomi gula kelapa di Pangandaran itu mencapai miliaran rupiah setiap hari. Makanya kami (Pemda,red) harus hadir,” tutur Jeje.



Menyebar Benih Kelapa Hybrida

Menyikapi banyaknya kecelakaan kerja yang dialami oleh para penderes nira kelapa, Jeje menyebutkan, bahwa Pemkab Pangandaran akan menyosialisasikan dan menyebar benih kelapa hybrida.

"Jenis kelapa ini tidak terlalu tinggi batangnya, sehingga bisa menekan risiko kecelakaan para penderes nira kelapa," ungkapnya.

Menurut dia, sejak tahun lalu pihaknya sudah mencanangkan penanaman kelapa hybrida."Tahun lalu sudah kita tanam 32 ribu bibit, tahun ini kita siapkan 20 ribu bibit,” sebutnya.


Hanya Butuh Tiga Tahun

Penanaman kelapa hybrida itu, sambung Jeje, bisa dilakukan di antara pohon kelapa yang sudah ada saat ini. Jadi penderes nira kelapa masih bisa tetap bekerja sambil menanti bibit kelapa hybrida siap dipanen.

“Katanya, kelapa hybrida itu hanya  butuh 3 tahun dari sejak ditanam sampai siap disadap niranya. Sehingga kedepannya penderes bisa mengurangi risiko kecelakaan. Karena tingginya tak lebih dari 3 meter,” pungkasnya.

Sebelumnya POSKOTAJABAR sempat menghubungi Kepala Dinas Pertanian untuk mempertanyakan perihal kliam Asuransi jiwa penderes nira.

Kepala Dinas Pertanian Pangandaran Sutriaman menjelaskan, bahwa penderes nira kelapa yang mengalami kecelakaan dari bulan Februari dan Maret belum dibayar karena belum turun anggaran. 

"Tidak bisa diajukan klaim santunannya, nanti buat anggaran tahun 2021 diperkirakan bulan April mulai lagi bisa bayar santunan," singkatnya. (dry)


BACA JUGA : Kunjungi Keluarga Sodikin, Bupati Jeje Ucapkan Belangsungkawa dan Siap Urus Klaim Asuransi Jiwa
Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait