Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Mengecam Moeldoko, Disebut Orang Berdarah Dingin dan Tidak Terpuji

Nasional —Sabtu, 6 Mar 2021 06:14
    Bagikan:  
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Mengecam Moeldoko, Disebut Orang Berdarah Dingin dan Tidak Terpuji
Mantan Presiden Susilo Babang Yudhoyono mengecam KSP Moeldoko. (infobiografi)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengecam perlakuan Kepala Staf Kepresidnan (KSP) Moeldoko, yang disebutnya sebagai orang yang berdarah dingin dan kelakuannya tidak terpuji. SBY juga mengaku merasa bersalah karena telah beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepada Moeldoko.

SBY juga menganggap kegiatan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat  yang berlangsung di Sibolangit Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), merupakan kegiatan abal-abal, KLB yang tidak sah, dan tidak legal. Bahkan, Moeldoko yang terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat disebut sebaga orang berdarah dingin. 

Demikian Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan tanggapannya setelah terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demorkat di Sibolangit,  Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), yang puncaknya menobatkan Kepala Staf Pemerintahan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum PD.

BACA JUGA:  Penolakan Terhadap KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara Terus Bermunculan

“Seorang pejabat pemerintahan aktif yaitu KSP Moeldoko yang berada di lingkar dalam lembaga kepresidenan, bukan kader Partai Demokrat alias pihak eksternal partai menjadi Ketua Umum Partai Demokrat,” ujar SBY dalam pidatonya yang disiarkan di chanel Youtube miliknya.

Mantan Presiden SBY juga menyebut gelaran KLB itu sebagai kegiatan illegal sehingga dianggap sebagai kudeta terhadap Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Mendongkel dan merebutnya dari ketua umum Partai Demokrat yang sah, yang satu tahun yang lalu telah diresmikan oleh negara dan pemerintah. Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria dan nilai-nilai moral, sehingga hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit,” katanya.

BACA JUGA:  Moeldoko Terpilih Menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Versi KLB Sumatera Utara

SBY pun mengaku merasa malu atas ulah Moeldoko yang dianggapnya tidak terpuji itu. Ia juga berucap telah beberapa kali memberinya jabatan penting.

“Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya memohon ampun kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa atas kesalahan saya itu,” tutur SBY. (win)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait