Prof Iris: Varian Baru Virus Corona B 117 Lebih Cepat Penyebarannya

Jawa Barat —Minggu, 7 Mar 2021 18:06
    Bagikan:  
Prof Iris: Varian Baru Virus Corona B 117 Lebih Cepat Penyebarannya
Ketua Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI Prof Dr dr Iris Rengganis. (foto:ist)

POSKOTAJABAR, BANDUNG
Pandemi Cvid-19 sudah berlangsung lebih dari satu tahun, virusnya juga sudah bermutasi, dengan hadirnya varian  B117, infonya varian ini, lebih ganas dan lebih cepat menular. Apakah vaksin yang ada sekarang masih memungkinkan untuk dipergunakan?

Ketua Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI Prof Dr dr Iris Rengganis dalam sesi tanya health talk bertajuk Kupas Tuntas Nutrisi dan Vaksin Covid-19 untuk Lansia mengakui virus Covid-19 memang sudah bermutasi.

"B117 memang varian baru dari virus Corona. Varian ini memang dikenal lebih cepat penyebarannya, lebih ganas. Kalau kita nggak punya kekebalan yang baik, maka akan mudah tertular," katanya.

Namun demikian, Prof Iris meyakini vaksin yang ada saat ini masih efektif. Artinya masih bisa dipergunakan untuk menangkal penyebaran varian baru virus Corona  B117.

"Kalau mutasinya sudah besar-besaran tentu efektivitas dari vaksin tidak berguna lagi. Tapi saat ini masih bisa dikendalikan dengan vaksin yang ada sekarang," terangnya.

 BACA JUGA  :Dedi Mulyadi Bantu PSK : Mudah-mudahan Ini Titik Awal yang Baik bagi Dirinya


Cepat Capai Kekebaalan Kelompok

Prof Iris juga meyakini perkembangan varian baru dari virus Corona itu pasti akan diikuti terus oleh para peneliti dan para pakar di bidangnya, sampai suatu saat vaksin itu harus diganti.

"Seperti influensa, setiap tahun itu sudah ganti vaksinnya, karena virusnya sebagian bermutasi yang betul-betul bermutasi. Jadi harus disesuaikan screen dari pada vaksin itu," katanya.

Prof Iris juga menjelaskan untuk menangkal penyebaran virus corona, Indonesia memang harus cepat mencapai herd immunity (kekebalan kelompok), dalam waktu yang bersamaan. Meskipun tidak bisa bersamaan, protokol kesehatan tetap dijaga.

"Kalau tidak bisa bersamaan mencapai herd immunity, bolongnya masih banyak. Tentu penularan, bisa berjalan terus. Apalagi kalau dibiarkan dengan adanya varian baru seperti ini," terangnya.

BACA JUGA : Apdesi Pangandaran Gandeng Tipikor Polres dan Kejari Ciamis 

 

Vaksinasi untuk Lansia

Prof Iris dalam presentasinya menegaskan pentingnya kelompok masyarakat lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi.

“Keseriusan Covid-19 dikuatkan fakta bahwa tingkat kematian, atau risiko kematian tertinggi terjadi pada pasien lansia, sehingga sangat penting agar kelompok ini segera mendapatkan vaksin," katanya.

Seharusnya, terang Prof Iris, tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang memang telah tersedia untuk warga lansia.

"Kecuali mereka yang saat ini sedang sakit atau jika mereka pernah menderita COVID-19 sebelumnya atau memang tidak bisa menerima vaksin oleh karena kondisi medis," ungkapnya.

Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatric FKUI RSCM Prof. DR. dr. Siti Setiati menekankan pentingnya mempersiapkan lansia agar vaksinasi bekerja dengan optimal.

Hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi pada lansia adalah terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia.

Hal ini berhubungan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal. Karena immunosenescence  biasanya sudah terjadi inflamasi kronis level rendah akibat dari kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen terus menerus, peningkatan produksi sitokin proinflamasi dari senescent T cells dan makrofag. (Aris)


BACA JUGA : Prof Iris: Varian Baru Virus Corona B 117 Lebih Cepat Penyebarannya 


Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait